√CARA MANDI WAJIB YANG BAIK DAN BENAR, JANGAN SALAH!

√CARA MANDI WAJIB YANG BAIK DAN BENAR, JANGAN SALAH!

Cara Mandi Wajib – Sebuah kegiatan yang sangat sensitif seperti mandi wajib tentu saja harus diperhatikan dengan sangat baik dan teliti, apalagi ini menyangkut sahnya ibadah kita.

Ketika kita tidak mengetahui tata cara kegiatan tersebut tentunya akan sangat merepotkan bukan?. Ketidaktahuan kita terhadap suatu hal seharusnya memberikan kita semangat untuk mempelajarinya, sehingga nantinya tidak bingung dan tidak terjadi kesalahan dalam mengerjakannya.

Dewasa ini banyak orang yang tidak terlalu memahami bagaimana mandi wajib yang baik dan benar, ditambah lagi orang-orang lebih senang dengan info mengenai artis atau hiburan-hiburan yang masuk ke Indonesia.

Kurangnya pendidikan agama menjadikan kita tidak berhati-hati dalam beribadah dan menjadikan ibadah kita sia-sia.

Sama halnya dengan mandi wajib, apabila kita tidak mengetahui tata caranya, tidak mengetahui syarat dan rukun-rukun dalam mandi wajib tentunya akan merepotkan.

Oleh karena itu disini kami saya akan menjabarkan bagaimana tata cara mandi wajib yang baik dan benar :

Pengertian Mandi Wajib atau Mandi Junub

Dalam bahasa arab mandi ialah (ghusl) الْغُسْل , dan secara makna berarti “mengalirkan”. Adapun mandi wajib disebut juga mandi junub, yakni mandi yang wajib dilaksanakan setelah junub.

Secara istilah mandi wajib diartikan membasuh keseluruh tubuh dengan air yang dimulai dengan berniat untuk menghilangkan dan membersihkan diri dari hadast besar. Dengan mandi tersebut diharapkan memberikan  rasa tenang, percaya diri, serta nyaman bagi tubuh baik untuk beribadah ataupun dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Adapun hukum mandi terbagi 3 yakni , wajib, sunnah dan haram tergantung bagaimana kondisi dan situasinya. Kali ini mengenai mandi yang hukumnya wajib, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW

Penyebab Kamu Harus Mandi Wajib

sebab-sebab mandi wajib
diharuskannya mandi – sumber majka
  • Berjima’ atau melakukan hubungan suami istri (masuknya kemaluan sehingga terbenam kepalanya ke dalam farji) walaupun tidak keluar mani
  • Keluarnya air mani walau sedikit
  • Meninggal dunia kecuali mati syahid
  • Haid bagi perempuan dan saat nifas atau keluarnya darah setelah bersalin
  • Setelah melahirkan atau persalinan

Rukun-rukun Mandi Wajib 

Sebenarnya mandi wajib sangatlah mudah dan tidak terlalu banyak menurut rukun yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, hanya berjumlah 3 saja diantaranya:

  • Berniat untuk mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar karena Allah
  • Membersihkan tubuh dari najis yang terlihat maupun tidak terlihat (bau)
  • Mengalirkan air pada keseluruhan tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa terkecuali.

Niat Mandi Wajib

niat mandi wajib
niat dalam mandi wajib, cara mandi wajib yang baik dan benar

Dalam hal ini, niat mandi wajib dibedakan atas 3 kondisi, yakni:

1. Keluarnya air mani, sedang haid atau nifas.

“Aku berniat mandi wajib untuk membersihkan hadast dan nifas karena Allah Ta’ala ”.

2. Mandi setelah berhubungan suami istri“Aku berniat mandi junub karena Allah Ta’ala”.

3. Mandi disebabkan keluarnya darah nifas
“Sahaja aku mandi daripada nifas kerana Allah Taala”.

Sunnah Dalam Mandi Wajib

  • Badan menghadap ke kiblat
  • Mengucapkan basamalah
  • Membersihkan atau membasuh kedua telapak tangan
  • berwudhu sampai dengan kepala dan diakhiri dengan kaki setelah menyiram keseluruhan anggota badan.
  • Membasuh seluruh tubuh dengan menggunakan telapak tangan
  • Kontinu/terus menerus
  • Mendahulukan sebelah kanan lalu kiri secara tertib
  • Dilakukan berulang dalam setiap rukun sebanyak 3 kali.

Cara Mandi Junub

cara mandi wajib
sumber fanpop

Berikut adalah tata cara mandi wajib atau mandi junub menurut rukun dan sunnahnya :

Sifat mandi wajib dalam hadits Maimunah radhiyallahu ‘anha.

  • Hilangkan terlebih dahulu najis, kotoran, atau hal-hal yang bisa menghalangi air untuk sampai ke anggota badan saat mandi. Bisa juga mandi biasa terlebih dahulu.
  • Selanjutnya berwudhu hanya sampai kepala atau telinga saja dan kaki diakhirkan setelah rukun mandi wajib terpenuhi.
  • Mandi dengan posisi jongkok, ini ditujukan agar seluruh anggota tubuh terbuka dan tidak menghalangi air untuk masuk. Seperti qubul dan dubur serta daerah-daerah yang sulit dijangkau air jika tanpa bantuan tangan seperti ketiak dan selangkangan sehingga rukun-rukun mandi wajib terpenuhi.
  • Niat untuk mandi wajib, bisa dilakukan sesaat sebelum mandi atau masuk kamar mandi, dan juga saat basuhan air pertama ketika mandi wajib. Baiknya menggunakan bahasa arab saat berniat, kalau tidak mampu gunakan bahasa Indonesia saja.
  • Siramkan air mutlak (bukan air musta’mal) atau dengan air mengalir ke salah satu anggota badan diiringi dengan niat mandi wajib.
  • Sunnah membasuhkan air pada tubuh dengan mendahulukan yang kanan sebanyak 3x dan kiri sebanyak 3x.
  • Gosok atau usap secara merata seluruh anggota badan dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan air tanpa melupakan sedikitpun.
  • Setelah itu basuh kaki diawali dengan kanan lalu kiri masing-masing 3x untuk mengakhiri.

Cara mandi wajib berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

  1. Membersihkan kedua telapak tangan, terutama bila wadah air yang digunakan merupakan sebuah bejana dan bukan air yang mengalir.Dalam HR. Muslim hadits dari ‘Aisyah r.a menerangkan bahwa telapak tangan dibersihkan sebelum dimasukkan ke dalam bejana.
  2. Tuangkan air menggunakan tangan kanan ke atas tangan kiri lalu digunakan untuk membersihkan kemaluan.
  3. Berwudhu seperti biasa dengan wudhu yang sempurna seperti ingin melaksanakan sholat.
  4. Mengambil air dengan memasukkan tangan ke dalam bejana, lalu siramkan ke atas kepala.
  5. Selanjutnya masukkan jari jemari di sela-sela rambut bersamaan dengan disiramkannya air ke atas kepala.
  6. Mengguyurkan air ke atas kepala sebanyak 3x cidukan air.
  7. Terakhir siramkan air pada kesuluruhan tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Dalil sunnah mendahulukan anggota badan bagian kanan saat mandi wajib
Hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Muslim :
“Adalah Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam menyenangi yang kanan dalam bersendal (sepatu), bersisir, bersuci dan dalam seluruh perkaranya”.

Penjelasan Mengenai Perkara yang Menyebabkan Wajibnya Mandi

cara mandi wajib
via pexels.com

 

Adapun hal-hal yang menjadikan laki-laki ataupun perempuan diwajibkan untuk mandi wajib ialah sebagai berikut :

  • Keluarnya mani dengan diiringi syahwat

Apabila ada air mani yang keluar dari kemaluan pria maupun wanita dengan diiringi syahwat walaupun dalam keadaan tidur ataupun terjaga, juga ketika bermimpi ataupun tidak.

Dalil berkenaan dengan ini diantaranya :

a. Dari Ummu Salamah r.a, beliau berkata : “Apakah wajib atas seorang wanita untuk mandi bila dia bermimpi?. Maka Nabi Muhammad SAW menjawab: “Iya, bila ia melihat adanya air mani

b. Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :“Air itu hanyalah karena air”. Artinya apabila terlihat ada air mani maka wajib mandi.

adapun kondisinya :

– Apabila seseorang tidur dan bermimpi lantas terlihat keluar darinya air mani, maka diwajibkan untuk mandi.

– Jika tertidur dan mimpi basah tetapi tidak melihat adanya mani yang keluar, maka hukumnya wajib mandi.

– Lalu, ketika tertidur dan tidak mendapati dirinya bermimpi sedangkan terlihat ada air mani yang keluar, maka wajib mandi.

– Selanjutnya, tertidur tetapi tidak bermimpi dan tidak ada mani yang keluar, maka tidak perlu mandi.

– Keluar mani dalam keadaan terjaga atau tidak tidur tetapi disertai dengan syahwat, maka diwajibkan atas dirinya mandi.

– Keluarnya mani saat terjaga tetapi tidak dibarengi dengan syahwat atau karena kedinginan dan penyakit maka tidak wajib mandi. (beberapa ulama ada yang berpendapat beda).

Adapun dalil yang mendukung wajibnya mandi apabila air mani diiringi dengan syahwat yakni:

– Dari Ali bin Abi Thalib r.a. : “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Jika kamu memancarkan mani dengan kuat) maka mandilah janabah dan jika tidak (keluar dengan kuat), maka tidak wajib mandi.

  • Berjima’ atau melakukan hubungan suami istri (masuknya kemaluan sehingga terbenam kepalanya ke dalam farji) walaupun tidak keluar mani’

Berkata Imam An-Nawawy : Makna hadits adalah kewajiban mandi tidak  sebatas hanya karena keluarnya mani, tetapi kapan saja kemaluan laki-laki tenggelam dalam kemaluan wanita maka wajib atas keduanya untuk mandi.

Adapun beberapa perbedaan yang masih membingungkan lantas diperjelas oleh Ubay bin Ka’ab r.a. bahwa

” Sesungguhnya mandi (hanya akan menjadi wajib) dengan sebab keluarnya air mani adalah rukhshoh (keringanan) pada awal Islam. Kemudian sesudah itu, kami diperintahkan untuk (tetap) mandi (meskipun tidak keluar mani)”.

  • Perempuan yang telah suci dari Haid dan Nifas

Adapun penjelasan mengenai wajibnya mandi bagi perempuan yang telah suci dari haid atau nifas, diantaranya adalah :

a. Firman Allah Ta’ala

“Jika mereka telah suci maka datangilah mereka sesuai dengan apa yang Allah perintahkan kepada kalian “.
Maknanya ialah apabila perempuan, baik itu istri ataupun budak telah selesai haid atau nifas, maka diwajibkan atasnya mandi. Adapun mandi ini adalah syarat sah sebelum berjima’.
Asy-Syirazy berkata : Adapun darah nifas maka mewajibkan mandi karena sesungguhnya itu adalah haid yang terkumpul, dan diharamkan puasa dan jima’ dan gugur kewajiban sholat maka diwajibkan mandi seperti haid.
  • Orang kafir yang masuk Islam

    muallaf
    sumber viva
Diwajibkannya seseorang untuk mandi ketika baru masuk islam ataupun setelah murtad dan kembali kepada islam.
Berikut dalil yang menjelaskan mengenai perintah mandi bagi muallaf
Dari Qois bin A’shim r.a. : “Saya mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk masuk Islam maka Nabi memerintahkan kepadaku untuk mandi dengan air dan daun bidara”.
Berdasarkan dalil di atas didapati, merupakan perintah dari Nabi Muhammad SAW kepada Qois bin A’shim ketika ingin masuk islam dimana hukum wajib apabila diperintahkan oleh nabi. Kecuali apabila ada dalil yang menurunkan tingkatannya. Wallahu A’lam bisshowab.
  • Orang yang Meninggal Dunia

    cara memandikan mayat
    sumber chezvlane.com

    Meninggalnya seorang mukmin menjadikan hukum mandi baginya ialah wajib dengan cara dimandikan oleh orang yang masih hidup. Dengan tata cara yang telah diatur sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.

    Berkaitan dengan  hal tersebut adapun hadits yang mendukungnya yakni :

    Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengenai orang yang jatuh dari ontanya dan meninggal, Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda : “Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara dan kafanilah dengan dua baju”.

    Hadits Ummu ‘Athiyah tatkala anak Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam meninggal, beliau bersabda : “Mandikanlah dia tiga kali atau lima atau tujuh atau lebih jika kalian melihatnya, dengan air dan daun bidara”.

 

Itulah sedikit informasi mengenai tata cara mandi wajib yang baik dan benar menurut tuntunan Nabi Muhammad SAW berdasarkan 2 hadits shahih yang berasal dari Maimunah radhiallhu ‘anha dan ‘Aisyah radhiallahu ‘anha.

Apabila ada kekurangan dalam pengumpulan dalil-dalilnya mohon untuk memberikan masukan pada kolom komentar sebagai penambah ilmu bagi kawan-kawan sekalian. Semoga dapat bermanfaat dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Terus kunjungi website ini, dan dapatkan informasi yang bermanfaat agar kamu menjadi lebih kreatif, produktif dan inovatif serta tanamkan motto “coba lagi aja” dalam dirimu agar sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: