Tata Cara Mendidik Anak Segala Usia Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW

Tata Cara Mendidik Anak Segala Usia Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW

Cara Mendidik Anak – Anak merupakan investasi terbesar dalam keluarga, dengan pendidikan yang baik dari orang tua sekaligus guru akan memberikan masa depan yang cerah bagi keluarga.

Zaman berkembang beriringan dengan lahir dan matinya manusia. Dua sejoli menikah dan memiliki keturunan, berusaha membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.

Orang tua mana yang tidak ingin memiliki anak yang sholeh dan sholehah. Tetapi, seringkali ada juga orang tua yang tidak acuh pada anaknya dan sibuk dengan pekerjaannya.

Bahkan dirinya lebih memilih menitipkan buah hatinya pada pengasuh atau guru, padahal sejatinya yang paling penting adalah pendidikan dari orang tua.

Saat ini, Indonesia berada dalam fase penurunan moral dan akhlak, penanaman perilaku yang jauh dari norma dan tradisi indah yang indonesia miliki sejak dulu.

Bukan hanya mereka yang sudah remaja, tetapi anak kecil sampai kakek dan nenek terkena imbas. Penggerusan budaya, dominansi dari budaya dan kebiasaan dari luar menjadikan anak-anak tidak punya pilihan lain selain mengikutinya karena takut ketinggalan zaman.

Terlebih lagi perkembangan teknologi mempermudah akses pada semua orang untuk berinteraksi dan menganut perilaku model atau idola mereka.

Baik atau buruknya akan susah untuk dipisahkan , karena pada dasarnya jika sudah mengidolakan sesuatu, akan susah untuk memisahkan antara yang buruk dan tidak.

Tapi, bukan berarti harus berdiam diri menunggu semuanya rusak, menunggu semuanya menjadi terlewat batas. Sebagai orang tua, Anda patut berhati-hati dan lebih perhatian kepada anak Anda.

Perhatikan pergaulan sosialnya, perkembangan tubuh, serta moralnya adalah hal terpenting sebagai orang tua. Tentu saja itu semua demi kebaikan anak Anda nantinya.

Oleh karena itu mendidik anak sangatlah penting, terutama bagi seorang ibu yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya. Memberikan pengetahuan awal untuk membedakan yang baik dan benar.

Kali ini Kita akan membahas mengenai bagaimana sebenarnya cara mendidik anak yang baik dan benar sehingga bisa menjadi kebanggaan keluarga nantinya.

 

Parenting

cara mendidik anak sejak dini
via google.com
Mendidik anak adalah sebuah kewajiban bagi orang tua, sebagaimana guru kami mas Ibrahim Vatih melaksanakan apa yang disabdakan oleh Nabi :
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ، وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ، وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ) متفق عليه

Dari Abdullah bin Umar radiyallahuanhuma, nabi bersabda: “Kalian semua adalah pemimpin, dan masing masing kalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (raja) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin atas keluarganya, dan isteri juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya.” [HR. al-Bukhari no. 893, 5188, 5200 dan Muslim no. 1829]

Bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmaninya, memberi makan, memberi pakaian, memberi tempat tinggal, dan juga pendidikan yang paling baik bagi si buah hati.

Selain kebutuhan jasmani, rohani pun perlu anda perhatikan. Bagaimana anak-anak Anda nantinya mengenal dirinya sebagai makhluk hidup ciptaan Allah yang harus patuh dan taat pada perintahnya.

Bagaimana anak Anda nanti mengenali diri mereka sendiri, agar kedepannya mereka tau akan menjadi seperti apa. Merupakan tugas orang tua untuk membimbing mereka sampai ke tahap akhir sampai mereka bisa hidup mandiri.

Pendidikan agama yang mengandung pendidikan akhlak, ketauhidan, dan banyak hal lainnya, merupakan hal pertama yang harus anda tanamkan sejak lahir.

Sebagaimana telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, beliau menggambarkan suami, seorang bapak dan ibu seharusnya dalam mendidik keluarga terutama anak.

Dengan perangainya yang sabar, dan penyayang serta tegas dalam hal agama.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah Shallallau ‘Alaihi Wasallam berasabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”  (HR.Tirmidzi).

begitulah anjuran Nabi Muhammad SAW untuk para ayah dalam mendidik keluarga.

Berikut adalah beberapa tuntunan Rasulullah dalam mendidik anak laki-laki ataupun perempuan yang bisa diikuti :

Cara Mendidik Anak Secara Islami

Mengenalkan Allah Pada Anak Sejak Dini

Cara mendidik anak langkah pertama – dalam mendidik anak ialah mengenalkan anak pada penciptanya. Hal ini sangat penting, agar kelak nanti anak Anda menjadi anak yang sholeh dan sholehah, maka mengenal Allah diperlukan.

Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa tahap awal rasulullah dalam mendidik anak ialah, mengajarkan anaknya bertauhid.

Bertauhid dengan mengucapkan lailaha illallah yang berarti tiada tuhan selain Allah.

Ini merupakan bentuk pertama dalam menumbuhkan rasa cinta pada Allah kepada anak.

Dijelaskan dari Ibn Abbas, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman)

Begitu istimewa kalimat tauhid, sehingga perlu Anda tanamkan pada anak-anak sejak dini.
Selain mengenalkan anak Anda pada kalimat tauhid, anda juga bisa menambahkan hal-hal lain seperti :

Ajarkan Anak Ilmu Agama

Dalam mengenalkan anak pada Allah, tentulah ada tata caranya, dan bagaimana itu bisa tercapai jika kita tidak mengajarkannya pada anak kita.

Hal yang harus Anda lakukan adalah mengenalkan, mengajarkan, membimbing anak Anda agar mencintai apa yang telah menjadi syariat.

  • Ajarkan anak anda mengenai adabPembelajaran yang paling awal bagi anak apabila ingin menuntut ilmu agama ialah adab. Sebab tanpa adab ilmu itu tidak akan bisa sampai, bayangkan jika anak anda tidak menghargai anda sebagai orang tua.Bayangkan jika saat anak kita belajar disekolah tidak menghargai guru yang sedang menerangkan di atas.Oleh karena itu sebelum menuntut ilmu, perlu anda mengajarkan bagaimana cara bersikap sebagai orang yang belajar, bagaimana beradab kepada orang yang lebih tua, muda, dan sepantarannya.Anda bisa membaca kitab atau buku yang dikarang oleh Syaikh Azzarnuji yang berjudul ta’lim muta’alim, di dalamnya dijelaskan mengenai tuntunan nabi bagi penuntut ilmu.
  • Ajarkan anak anda sholat sebagai salah satu kewajiban, anda perlu menanamkan itu pada anak anda, ajari, bimbing, temani anak anda saat sholat, berjamaah ataupun mengingatkannya ketika masuk waktu sholat.
  • Mengajarkan anak untuk berdoa
  • Ajari anak anda untuk berbakti pada orang yang lebih tua
  • Ajari anak anda untuk saling mengayomi pada yang muda dan sesama usia
  • Berikan contoh dan ajari anak berlaku adil
  • Ajari anak anda dalam berpakaian yang baik
  • Untuk anak laki-laki, ajari amalan-amalan seperti adzan ataupun menjadi imam
  • Untuk anak perempuan, ajarkan amalan-amalan seperti merawat seorang adik, membantu pekerjaan rumah.
  • Berikan hadiah bagi anak anda jika mendapatkan suatu pencapaian yang hebat, seperti berpuasa penuh di bulan ramadhan.

Dan mungkin anda sudah punya bayangan tentang hal-hal baik yang bisa anda contohkan pada anak anda.

Jadilah contoh yang terbaik dalam mengenalkan Allah pada anak Anda.

Perlakukan Anak Sesuai Umurnya

Dalam mendidik anak, ada pola-pola tersendiri berdasarkan kategoti umur mereka. Bertindak tegas, lemah lembut, berkasih sayang, semuanya memiliki masa tersendiri.

Berdasarkan umurnya, beginilah sikap yang seharusnya kita tunjukkan pada anak-anak kita, berikut penjelasannya :

Perlakuan Khusus untuk Anak Usia 0-6 Tahun

cara mendidik anak usia 0-6 tahun
pic by theidealmuslimah

Diusia anak yang seperti ini biasa disebutkan sebagai golden age. Masa dimana anak-anak mengalami pertumbuhan yang cepat baik dari segi perilaku, kecerdasan, dan sifatnya.

Pada masa ini, sikap yang anda harus sering tampilkan pada anak-anak Anda adalah sikap lemah lembut, penuh kasih, perhatian, dan interaksi yang banyak.

Bahkan dalam hadits Rasulullah dianjurkan untuk berkasih sayang, seperti memberikan ciuman kasih sayang pada anak perempuan ataupun laki-laki.

Diriwayatkan oleh Aisyah Radiyallahu’anha, beliau berkata :

جَاءَ أَعْرَابِى إِلَى النَّبِى صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : تُقَبِّلُونَ الصِّبْيَانَ ، فَمَا نُقَبِّلُهُمْ ، فَقَالَ النَّبِى صلى الله عليه وسلم أَوَأَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ

Datang seorang arab badui kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Apakah kalian mencium anak-anak laki-laki?, kami tidak mencium mereka”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau Allah mencabut rasa rahmat/sayang dari hatimu (HR Al-Bukhari no 5998 dan Muslim no 2317)

Tegas Rosulullah menyindir mereka orang-orang yang tidak berkasih sayang kepada anak-anak mereka, dengan ancaman seperti itu.

Oleh karena itu didiklah anak Anda, tanamkan rasa kasih sayang dengan mencontohkan bagaimana seorang orang tua mengasihi anaknya.

Dalam umur seperti ini, anak-anak cenderung mudah untuk megikuti kebiasaan dan perilaku orang-orang disekitarnya.

Maka berikan contoh yang terbaik, bangun interaksi, jangan menunjukkan kebencian dan kedengkian.

Jadikan anak merasa dilindungi, nyaman, dan aman berada dekat orang tua mereka.

Baca juga : Tips Memilih Nama Bayi Laki-laki yang Islami

Melatih Disiplin dan Tanggung Jawab di Umur 7-14 Tahun

cara mendidik anak
via pixabay.com

Di usia 7-14 tahun merupakan masa dimana anda bisa menanamkan pendidikan tentang kedisiplinan dan tanggung jawab.

Mengenalkan dan memberikan anak-anak anda hak dan kewajiban sebagai bagian dari pembelajaran tanggung jawab serta disiplin.

Mengajarkan mereka kewajiban mengenai sholat 5 waktu, belajar disiplin dari menunaikan shalat.

Dalam sebuah hadits, rasulullah memberikan petunjuk dalam memberikan hukuman pada anak-anak yang tidak disiplin terutama dalam hal shalat.

Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud).

Jangan memukul kepala anak, pukullah mereka dengan kasih sayang, tidak terlalu menyakitkan tapi memberikan efek jera dan membuat anak anda merasa bahwa dia berbuat salah dan tidak mengulanginya.

Bukan berarti hukuman ini ditujukan untuk menyakiti anak, hukuman yang dijatuhkan karena kebencian, tapi lebih kepada pendidikan agar anak disiplin.

Bagaimana meniatkan hukuman yang kita berikan ini lillahi ta’ala untuk menunjukkan hal yang boleh dilakukan anak dan tidak boleh.

Dalam ilmu parenting saat ini dikenal sebagai reward & punishment, berikan anak anda peraturan yang jika dilanggar akan mendapatkan hukuman, dan apabila menyelesaikan sesuatu, berikanlah dia hadiah.

Tentunya anda harus membuat kesepakatan antara anda dan anak anda sehingga ada kesadaran pada anak tentang kesalahan yang telah dia lakukan ataupun hal baik yang telah dilakukannya.

Baik itu hanya pujian ataupun kecupan, ini sangatlah berpengaruh bagi psikologis anak anda.

Serta ajarlah anak untuk mulai mandiri di usia ini. Mulai dari mengurus keperluannya sendiri, menjaga barang-barang miliknya, dan lain-lain. Hal ini menjadikan anak lebih kreatif dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Parenting

Bangun Kedekatan Seperti Sahabat Kepada Anak 15-21 Tahun

mendidik anak remaja
via thinkstockphoto

Usia 15-21 memasuki usia pubertas. Dalam usia ini, anak-anak akan cenderung memberikan perlawanan apabila tidak sejalan dengan keinginiannya.

Serta rasa ingin tahu yang tinggi juga menjadi salah satu penyebab seringnya anak-anak melawan perintah orang tua.

Oleh karenanya pendekatan pada anak sangat dibutuhkan. Anda bisa saja menjadi sosok ibu yang dekat seperti sahabatnya sendiri.

Anak-anak pada usia seperti ini cenderung lebih ingin menyampaikan perasaannya pada teman-temannya dibandingkan dengan keluarga sendiri.

Cobalah untuk lebih mendekatkan diri dengan anak anda, baik itu berbincang tentang kesukaannya ataupun berjalan-jalan bersama.

Dengan begitu anak akan merasa Anda seperti sahabat yang bisa diajak bercerita panjang lebar tentang masalah-masalah yang dialaminya.

Rasa nyaman dan tenang saat bersama orang tua akan dirasakan dan outputnya anak anda akan senang pada anda dan sayang pada anda.

Jika anak sudah menganggap anda orang tua yang sekaligus menjadi sahabat, maka tidak menutup kemungkinan anak anda akan lebih memilih menceritakan masalahnya kepada anda dari pada orang lain.

Dengan adanya interaksi seperti ini anak anda akan terhindari dari saran-saran negatif yang mungkin dia dapatkan di lingkungan pergaulannya.

Jangan lupa untuk bersikap lemah lembut, tetap santun dan tegas kepada anak, tetapi jangan menunjukkan sikap marah pada anak dihadapan anggota keluarga yang lain, karena itu akan berdampak psikologis anak.

Berhenti Mengekang Anak Ketika Bermain

Jika Anda seringkali memaksa dan mengekang anak-anak untuk mengikuti Anda, terkhusus kepada permainan apa yang mereka mainkan, hentikan segera.

Jangan memberikan anak-anak opsi untuk bermain apa, tugas Anda hanya mengarahkannya agar tidak melewati batas ketika bermain.

Mengenalkan permainan yang baik-baik pada anak Anda adalah salah satu cara yang baik untuk menghindarkan anak dari permainan yang berbahaya dan merusak.

Biarkan anak-anak Anda bermain sebagaimana mestinya, biarkan anak-anak Anda bebas berkreasi.

Rasulullah ketika melihat anak-anak bermain, menyapa mereka dengan santun dan memperhatikan mereka dari jauh. Tidak mengekang dan bahkan membentak anak ketika bermain-main.

Kalau Anda sering membentak anak-anak ketika bermain, baik di rumah maupun di masjid, maka hentikan, karena memang karakteristik anak-anak seperti itu.

berlemah lembutlah pada anak, tunjukkan kasih sayang, jangan mengekangnya dengan pilihan-pilihan.

Penutup

Itulah beberapa cara yang Insya Allah efektif dalam mendidik anak di zaman sekarang ini, semoga Anda mendapatkan Ilmu yang bermanfaat setelah membaca ini.

Terima Kasih Telah Berkunjung 🙂

Jangan lupa untuk terus kunjungi situs ini agar hari-harimu lebih produktif, bermanfaat, dan bahagia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: