Contoh Kalimat Pasif Dilengkapi dengan Pengertian, Jenis dan Contohnya

Contoh Kalimat Pasif – Berbicara tentang kalimat, setiap kata yang saya buat dalam situs ini merupakan salah satu contoh kalimat yang tentunya terdiri dari banyak jenis.

Dalam kehidupan kita, tentu tidak akan lepas dari komunikasi antara sesama manusia. Sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk sosial, berbicara, bercada dan tertawa adalah hal yang lumrah. Dalam berkomunikasi tersebut dibutuhkan sebuah alat, dalam hal ini bahasa adalah yang digunakan semua orang untuk saling mengerti satu sama lain.

Manusia dengan suku, bangsa dan tanah air memiliki bahasa yang berbeda-beda seperti halnya di Indonesia, dengan sekian banyak suku yang tersebar dari sabang sampai merauke. Ada bahasa makassar, jawa, bugis, batak, melayu, bahasa papua, dan banyak bahasa lain yang digunakan orang-orang dalam kehidupannya.

Selain itu, bahasa merupakan sebuah alat yang digunakan dalam bertukar pikiran antar sesama. Di dalam informasi tersebut banyak kalimat yang digunakan untuk menyampaikan sebuah gagasan, ide, pengetahuan, kehendak, pesan dan lain-lain.

Bahasa terdiri dari beberapa unsur yang membentuknya dan kalimat yang memiliki makna secara utuh adalah bagian terkecil dari bahasa.

Pendapat lain juga menyebutkan bahwa bagian terkecil dari bahasa yakni kata atau frasa (kumpulan kata), alasannya karena sama memiliki makna walaupun tidak utuh.

Untuk saat ini kita akan membahas mengenai kalimat terlebih dahulu. Dengan tulisan ini saya berharap bertambah wawasan kalian dalam mengenali bahasa yang sering kalian gunakan terlebih pada kalimat yang kalian pilih dalam menyampaikan informasi.

Selamat membaca !

Pengertian Kalimat

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya bahwa kalimat adalah salah satu bagian terkecil dari bahasa yang menyampaikan pikiran secara penuh dengan bahasa. Definisi ini dirujuk dari Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Dalam memaknai sebuah kalimat, digunakan sebuah nada atau suara yang naik turun, disela, dijeda atau lemah lembut yang diberikan intonasi atau penekanan di akhir kalimat.

Sedangkan apabila kalimat tersebut dituliskan, untuk memaknainya secara bahasa digunakan tanda baca seperti tanda seru (!) , titik (.), koma (,) , dan lain-lain yang mewakili intonasi.

Menurut para ahli seperti :

  • Menurut Slametmuljana (1969) kalimat adalah pemakaian kata secara keseluruhan yang berlagu yang disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan dengan satu kata atau lebih.
  • Menurut  Sutan Takdir Alisyahbana (1978) kalimat merupakan bagian terkecil dari resepsi yang lengkap.
  • Menurut keraf (1978) kalimat adalah satuan gramatik yang ditandai kesenyapan awal dan kesenyapan akhir yang menunjukkan bahwa kalimat itu sudah selesai (lengkap).
  • Kridalaksana (2001:92) kalimat sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, dengan pola intonasi final, serta secara aktual dan potensial terdiri dari klausa.

 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kalimat merupakan sekumpulan kata atau frasa yang merupakan bagian terkecil dari suatu bahasa yang disertai dengan intonasi baik lisan maupun tulisan dengan tanda baca.

Unsur-unsur Kalimat

Kalimat dibentuk atas beberapa unsur di dalamnya, yang dikenal sebagai dasar pembentuk kalimat yang terdiri dari kata, frasa, dan klausa.

Kata adalah satuan paling kecil dalam kalimat yang sesuai dengan tata bahasa. Kata merupakan satuan yang bisa berdiri sendiri atau bisa bergabung dengan kata-kata yang lainnya dan menyusun sebuah kalimat.

Sedangkan frasa adalah kumpulan dua atau lebih kata yang tidak memiliki ciri sebagai klausa atau tidak memiliki predikat di dalamnya. Sama halnya dengan kata frasa bisa berdiri sendiri dengan statusnya sebagai jawaban dari sebuah pertanyaan.

Contoh Kalimat , Kata , Frasa secara Umum

Nasi                                         (Kata)

Nasi goring                              (Frasa)

Saya makan nasi goring                       (Kalimat)

Sebelum berlanjut pada jenis-jenis kalimat, ada beberapa istilah seperti subjek dan predikat yang beberapa kali disebutkan di atas.

Subjek dan predikat merupakan penyusun dari kalimat itu sendiri, selain itu ada objek, keterangan, dan pelengkap yang juga merupakan unsur dari kalimat.

Secara gamblangnya akan dijelaskan di bawah ini.

Subjek

Adalah bagian pada kalimat yang menunjukkan seseorang, pelaku, topik, atau masalah. Pada umumnya subjek ini ditampilkan menjadi kata atau frasa yang rujukannya terhadap suatu benda. Selain itu subjek merupakan jawaban dari pertanyaan “siapa” dan “Apa”.

Contoh subjek:

“B.J. Habibie adalah presiden ke tiga setelah Soeharto” ini merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapakah presiden yang diangkat setelah soeharto?”

“Keimanan mereka kepada Allah dalam ukhuwah islamiyah” merupakan jawaban dari pertanyaan  “Apa yang menyebabkan masyarakat muslim di seluruh Negara itu saling sayang menyayangi seperti halnya saudara?”

Predikat

Predikat adalah bagian daripada kalimat yang menyatakan sebuah tindakan atau kondisi dari subjek yang berbentuk sebuah kata maupun frasa.

Hal ini digunakan sebagai jawaban dari sebuah pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”

Contoh predikat :

“Karena adik bermain di dalam kamar kakak”  ini adalah jawaban dari pertanyaan “Mengapa semuanya jadi berantakan begini?”

“Dengan berbagai cara, intinya jangan mudah menyerah” ini adalah jawaban dari pertanyaan “Bagaimana kamu menyelesaikan persoalan ini dengan cepat?”

Objek

Objek merupakan pelengkap dari predikat yang berupa frasa, klausa, atau nomina. kedudukan dari objek bisa berubah ke subjek dengan syarat kalimat aktif diubah ke kalimat pasif.

Contoh objek:

Joe bermain badminton

(Joe : subjek; badminton : objek)

Badminton dimainkan Joe

(Joe : objek, Badminton : subjek)

Fandi mematahkan sapu

(Fandi : subjek , sapu :objek)

Sapu dipatahkan Fandi

(Sapu : Subjek, Fandi : Objek)

Apabila yang awalnya subjek dihilangkan maka frasa tersebut masih bisa disebut kalimat, dikarenakan memenuhi syarat adanya subjek dan predikat.

Contohnya apabila sapu dipatahkan Fandi , “Fandi”nya dihilangkan maka menjadi “Sapu dipatahkan” termasuk pada kalimat.

 

Keterangan

Adalah bagian dari kalimat yang lebih memperjelas subjek dan predikat pada suatu kalimat. Dalam penambahan keterangan pada kalimat dibutuhkan konjungsi dan kata penghubung.

Cara, tujuan, penyebab, dalam, saling, di, ke, dan lain-lain merupakan bagian dari keterangan.

Keterangan bisa berupa tempat, situasi, kondisi, dan waktu.

Contoh :

Abdul memasak seblak di dapur

(Dapur : keterangan tempat; di : konjungsi)

Rini berjalan sendirian di taman

(Taman : keterangan tempat; di : konjungsi)

Roy mencuci mobil bersama Joe

( Joe : keterangan alat ; bersama : konjungsi)

 

Setelah mengetahui unsur-unsur penyusun kalimat, mungkin kalian akan lebih mudah dalam mengidentifikasi jenis kalimat. Baik itu dari subjek, objek, ataupun keterangan.

Berikut adalah jenis kalimat pasif, jenis, dan contohnya.

Jenis Kalimat Pasif

Seperti yang disampaikan di awal artikel, bahwa jenis kalimat yang akan kita bahas lebih detil adalah jenis kalimat pasif.

Kalimat pasif merupakan bagian dari jenis kalimat berdasarkan subjektivitasnya.

Pengertian Kalimat Pasif

Kalimat pasif merupakan jenis kalimat yang subjeknya berupa sebuah pekerjaan ataupun tindakan. Dalam pelaksanaanya, kalimat pasif memiliki predikat bersamanya.

Biasanya berupa kata kerja, dengan imbuhan “ter-” , “di-” , dan disertai dengan kata depan “oleh”. Kalimat pasif terbagi menjadi dua bentuk, yakni :

  • Kalimat Pasif Biasa

Kalimat pasif biasa merupakan kalimat aktif transitif yang bertransformasi. Kalimat pasif mempunyai predikat yang memilki imbuhan “di-”, “ter-”, “ke-an”.

Contoh:

Pesawat kertas diterbangkan Kunto.

Kapal itu terbawa arus air.

 

  • Kalimat Pasif Zero

Kalimat pasif ini memiliki objek pelaku yang berdekatan dengan objek penderita tanpa adanya sisipan kata lain. Predikat pada kalimat ini menggunakan akhiran “-kan” dan tanpa disertai awalan “di-”. Selain itu, predikatnya juga dapat berupa kata dasar dari kata kerja.

Contoh :

  1. Aku serahkan hasil pekerjaanku kepada atasan.
  2. Telah aku relakan kepergiannya untuk selama-lamanya.
  3. Telah aku laporkan tindak kenakalannya ke guru BP.
  4. Akan aku sampaikan salammu padanya.
  5. Telah mereka padamkan api yang membakar rumah-rumah tersebut.
  6. Sedang aku kerjakan tugas-tugas sekolah dari guru-guru yang mengajar hari ini.
  7. Belum aku tuntaskan novel yang aku baca sejak seminggu lalu itu.
  8. Telah dia sajikan sebuah sup ayam yang amat lezat.
  9. Sedang pihak kampus sediakan fasilitas penunjang untuk laboratorium baru itu.
  10. Telah kami selesaikan permasalahan pelik yang kami alami kemarin.
  11. Sudah Ami bereskan skripsi yang tengah dibuatnya itu.
  12. Sudah Jenny ajukan judul skripsi yang akan dibuatnya ke pihak dosen pembimbing.
  13. Kami kabarkan berita buruk itu kepada saudaranya yang ada di kampung.
  14. Telah aku ceritakan keadaan Reihan sekarang kepada kedua orang tuanya.
  15. Mari kita rayakan keberhasilan kita dalam mencapai target yang kita tuju.
  16. Mari kita sisihkan sebagian rezeki kita ke pada fakir miskin dan anak-anak yatim!
  17. Ayo kita tumbuhkan minat baca kepada anak-anak kita sejak dini!
  18. Telah kuberangkatkan kedua orang tuaku ke tanah suci.
  19. Telah kunasihatkan soal hal itu kepadanya tadi siang.
  20. Sudah kita tanamkan ladang itu dengan tanaman palawija.
  21. Sudah aku antarkan ia hingga ke rumahnya.
  22. Belum aku bayarkan utangku kepadanya.
  23. Mesti aku ingatkan dia soal keputusannya itu.
  24. Sedang aku siapkan materi untuk presentasi besok.
  25. Telah dia sarangkan lima gol sekaligus ke gawang lawan itu.
  26. Akan kami sumbangkan dana tersebut kepada pihak yang membutuhkan.
  27. Akan aku adukan perbuatannya itu ke pihak yang berwajib.
  28. Kalian kembalikan saja barang itu kepada yang punya!
  29. Akan aku tanyakan soal itu ke pihak panitia acara tersebut.
  30. Mari kita amalkan ilmu-ilmu yang kita dapat selama ini!
  31. Jangan kau salahkan dia terus soal masalah itu!
  32. Akan aku titipkan barangmu kepadanya.
  33. Sudah aku kirimkan barang pesananmu melalui layanan paket kilat.
  34. Jangan kau remehkan orang itu sekalipun!
  35. Jangan kau sepelekan masalah tersebut!
  36. Jangan kalian ledakkan bom itu ke dalam lautan!
  37. Telah kami nobatkan dia sebagai peserta terbaik tahun ini.
  38. Telah kami amanahkan dia sejumlah tanggung jawab yang harus dia emban.
  39. Kami mohonkan ampun atas kesalahan kami Ya Tuhan.
  40. Akan aku nantikan kehadirannya di taman kota ini.
  41. Akhirnya aku tamatkan kuliahku di tahun ini.
  42. Jangan engkau paksakan egomu kepada orang lain!
  43. Kami andalkan kalian untuk lomba kali ini.
  44. Kami kerahkan segenap tenaga kami untuk pagelaran seni ini.
  45. Akan aku sempatkan diri untuk berkunjung ke rumahmu.

Sekian penjelasan jenis jenis kalimat beserta contohya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Contoh Kalimat Pasif Transitif dan Intransitif dalam Bahasa Indonesia – Salah satu jenis-jenis kalimat adalah kalimat pasif. Kalimat ini adalah kalimat yang subjeknya dikenai oleh suatu tindakan. Selain itu, kalimat pasif juga merupakan perubahan dari jenis-jenis kalimat aktif, khususnya kalimat aktif transitif. Dalam artikel ciri-ciri kalimat pasif, disebutkan bahwa jenis kalimat ini mempunyai sejumlah ciri, yaitu:

  • Subjeknya berperan sebagai penderita.
  • Predikatnya mengandung imbuhan contoh imbuhan dicontoh imbuhan ter, ke-an,  atau ter-kan.
  • Predikatnya juga bisa berupa predikat persona atau jenis-jenis lata ganti orang.
  • Objek pada kalimat pasif adalah subjek pada kalimat aktif.
  • Biasanya ditandai dengan penggunaan kata “oleh” atau “dengan.” Meskipun begitu, kedua kata tersebut juga bisa digunakan atau tidak digunakan sama sekali.

Selain ciri, kalimat pasif pun mempunyai sejumlah jenis, dimana dua di antara jenis-jenis kalimat pasif tersebut adalah kalimat pasif transitif dan kalimat pasif intransitif. Kalimat pasif transitif adalah kalimat pasif yang mempunyai objek serta mempunyai pola kalimat O-P-S. Biasanya predikat pada kalimat ini menggunakan imbuhan di- ataupun di-an. Selain itu, kalimat ini juga merupakan hasil perubahan dari kalimat aktif transitif yang diubah ke kalimat pasif. Sementara itu, kalimat pasif intransitif adalah kalimat pasif yang tidak mempunyai objek dan susunan kalimatnya terdiri atas S-P atau S-P-K. Biasanya, imbuhan yang terkandung pada kalimat ini adalah imbuhan di-, ter-,  atau pun di-an.

Untuk lebih memahami keduanya, berikut disajikan contoh kalimat pasif transitif dan intransitif dalam bahasa Indonesia.

1. Kalimat Pasif Transitif

  1. Ikan tengah dimakan kucing di dapur.
  2. Puisi itu ditulis oleh Agus Noor.
  3. Lagu itu dinyanyikan Stephani dengan sangat merdu.
  4. Sejumlah publik figur turut diundang oleh Presiden untuk menghadiri pernikahan anaknya.
  5. Piring-piring itu sudah dicuci oleh Bagus tadi pagi.
  6. Korban tabrak lari itu telah dibawa oleh para warga sekitar ke rumah sakit terdekat.
  7. Salah satu mobil rental itu telah disewa oleh Pak Johan untuk digunakan saat liburan tahun baru nanti.
  8. Jenazah telah dikuburkan para warga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut.
  9. Kopi itu telah diminum Ayah saat masih panas-panasnya.
  10. Ladang itu telah ditanami palawija oleh para petani.
  11. Nasi itu telah ditanak Ibu tadi pagi.
  12. Ikan itu digoreng Ibu hingga kering dan matang.

2. Kalimat Pasif Intransitif

  1. Pelaku tertangkap tangan tengah mencuri perhiasan di rumah itu.
  2. Rahmi sangat terpukul atas kematian suaminya yang diakibatkan oleh kecelakaan pesawat terbang.
  3. Kucing itu tertidur sejak pagi tadi akibat kekenyangan.
  4. Tangan Andi terkilir saat bermain bulutangkis di lapangan tadi siang.
  5. Sebuah sepeda motor telah tertabrak oleh sebuah bus kota.
  6. Pesawat itu terjatuh dari ketinggian Gunung Rinjani.
  7. Tangan Ibu tergores saat hendak mengupas bawang.
  8. Pak Sutarji dipilih sebagai ketua RT 05 Sukajadi.
  9. Amira terpilih sebagai ketua OSIS di SMPN 29 tahun ini.
  10. Banu ditunjuk sebagai ketua pelaksana program pengenalan kampus tahun ini.
  11. Sejumlah kendaraan tengah terjebak macet di jalan raya ini sejak pagi.

Contoh Kalimat Pasif Bahasa Inggris

  • The castle is cleaned by Yana once a week (Kastil dibersihkan oleh yana seminggu sekali).
  • Today, the poster is being designed by Ravenkiing (Hari ini, poster sedang desain oleh Ravenkiing).
  • The Plane was repaired by B.J Habibie since seven month ago (Pesawat diperbaiki oleh B.J Habibie sejak 7 bulan yang lalu).
  • That beach has been publishing by many content writer. (Pantai tersebut sudah banyak diterbitkan oleh banyak penulis konten).
  • Many motorcycle had been repaired by Jeremy before he received his driver license. (Banyak motor telah diperbaiki oleh jeremy sebelum ia menerima lisensi mekaniknya).
  • The syrup is going to be drunk by Rifki today. (sirup akan minum oleh Rifki hari ini).
  • At 9:30 PM tonight, the glasses will be being washed by Angel. (Jam 9.30 malam ini, gelas-gelas akan dibersihkan oleh Angel).
  • The exams will have been answered before the deadline. (Ujian akan telah dijawab sebelum tenggat waktu).
  • The pisang ijo would be made by my mother. (Kue akan dibuat oleh Ibu saya).
  • The problem cannot be solved by her (Masalah tidak bisa diselesaikan oleh dia).
  • All seat belt should be using by all passenger. (Semua sabuk pengaman harus sudah dikenakan oleh semua penumpang).
  • The plant is watered by Alifah every three days. (Tanaman disiram oleh Alifah setiap tiga hari).
  • A party will be designing by Rina and joe. (Sebuah pesta akan didesain oleh Rina and Joe).
  • The order was delivered by Tono yesterday. (Pesanan telah dikirim oleh Tono kemarin).
  • The Guest house is going to be sold. (Indekos tersebut akan dijual).

 

Demikianlah penjelasan mengenai contoh kalimat pasif dilengkapi dengan pengertian dan jenisnya. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat lagi berkah, dan dapat diamalkan.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan lupa untuk terus kunjungi situs ini agar hari-harimu lebih bermanfaat, produktif, kreatif, dan inovatif.

 

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: