Perjanjian Internasional : Asas, Tahapan, dan Macam-Macam [Terlengkap]

Perjanjian Internasional : Asas, Tahapan, dan Macam-Macam [Terlengkap]

Perjanjian Internasional – Ketahuilah bahwa dalam dunia internasional, kontrak atau perjanjian merupakan sumber primer atau sumber utama dalam hukum internasional. Hubungan dengan negara lain baik individu maupun organisasi harus didasarkan ke oleh hukum internasional hasil perjanjian yang telah ditentukan dan disepakati oleh negara yang bersangkutan. Oleh karenanya, relasi yang terbentuk antar satu negara dengan negara lain adalah buah dari adanya kesepakatan tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kesepakatan yang tertulis maupun tidak tertulis ini akan menjadi dasar hukum internasional yang berlaku. Dalam segala aspek sosial, budaya, politik, bahkan ekonomi yang berhubungan dengan negara lain maka harus berdasarkan perjanjian yang telah disepakati bersama dan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Adapun pelanggaran hukum yang menyangkut kedua negara yang membentuk aliansi ini akan menerima sanksi atau hukuman yang telah disepakati pula. Baik itu merupakan kasus hukum perdata maupun hukum pidana nasional maupun internasional.

Dengan demikian, hal ini merupakan bagian yang sangat sakral dalam hubungan internasional yang akan menjadi tiang penyangga hubungan diplomasi kedepannya. Baik secara individu, pemerintahan, organisasi nasional maupun internasional maka sebaiknya mengetahui lebih baik setiap perjanjian yang telah disepakati bersama.

Menyangkut masalah pada aspek ekonomi, ini akan sangat berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakatnya dalam lingkup kecil para pengusaha dan masyarakat secara menyeluruh.

Pertimbangan yang matang dan kecerdasan dalam memahami situasi sangatlah dibutuhkan. Sehingga, untuk memberikan informasi dan ilmu tambahan bagi teman-teman sekalian maka berikut ini kami sajikan beberapa istilah, tahapan, jenis serta klasifikasinya secara ringkas.

Tahapan Perjanjian Internasional

tahapan dalam perjanjian internasional
source Google.com

Ketahui beberapa tahapan dalam perjanjian internasional yang sangat perlu Anda ketahui, untuk mengetahui informasinya simak uraian list di bawah ini.

 

  1. Negotiation (Perundingan)

perjanjian internasional dalam perundingan renville
source gardanasional.id

Pada tahap yang pertama dalam perjanjian internasional yaitu adanya proses perundingan ataupun negotiation. Tahap yang satu ini dilakukan oleh orang-orang penting ataupun pihak negara lain untuk mendapatkan suatu hasil kesepakatan ataupun perjanjian.

 

Wakil negara yang diutus untuk melakukan perundingan yaitu pejabat yang memiliki surat kuasa penuh seperti kepala negara, menteri negara, duta besar ataupun kepala pemerintahan.

 

  1. Signature (Tanda Tangan)

signature tahapan dalam perjanjian internasional
source businessnewsdaily.com

Berikutnya tahapan perjanjian internasional yaitu penandatanganan teks perundingan yang bersifat multilateral. Ketahuilah bahwa proses tanda tangan ini juga dilakukan oleh duta besar ataupun kepala negara.

 

Ketahuilah bahwa proses penandatanganan dikatakan berhasil apabila dilakukan oleh 2/3 orang yang menghadiri tahapan tersebut. Untuk penandatangan perjanjian internasional juga dapat dinilai berhasil ataupun sukses jika sudah melalui proses ratifikasi.

 

  1. Ratifi Cation (Pengesahan)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya apabila tahapan perjanjian internasional belum diratifikasi maka tidak dapat dikatakan sah. Apabila suatu negara sudah diratifikasi dengan perjanjian internasional maka dapat dikatakan negara tersebut sudah berkekuatan hukum dan terikat dengan  persoalan hukum.

 

Asas Perjanjian Internasional

asas perjanjian internasional
source dictio.id

Ternyata dalam sebuah perjanjian internasional juga terdapat beberapa asas-asas yang mendasarinya, untuk mengetahui informasi lebih jelasnya maka simak uraian list yang terdapat di bawah ini.

 

  1. Bonafides

Pertama, asas dalam perjanjian interasional yaitu Bonafides yang memiliki arti sebagai suatu perjanjian memang harus memiliki tujuan ataupun itikad baik untuk setiap negara yang terikat dengan perjanjian tersebut.

 

  1. Courtesy

Courtesy juga menjadi salah satu asas perjanjian internasional yang memiliki arti untuk saling menghormati dan menghargai dari setiap negara ke negara yang lainnya sehingga hubungan setiap negara tetap terjaga.

 

  1. Rebus sic Stantibus

Revus Sic Stantibus memiliki arti sebagai peraturan maka harus dapat menyesuaikan setiap keadaan yang akan berubah. Dengan dimikian maka akan membuat peraturan ini mudah digunakan di setiap negara.

 

  1. Pacta Sunt Servanda

Pacta Sunt Servada memiliki arti bahwa setiap perjanjian internasional yang telah dibuat dan disepakati maka harus dipatuhi oleh semua negara yang terikat di dalamnya. Apabila melanggar peraturan tersebut maka akan dikenakan sanksi ataupun hukuman yang berlaku.

 

  1. Egality Rights

Selanjutnya Egality Rights yaitu setiap negara yang mengadakan hubungan memang harus memiliki kedudukan yang sama sehingga jika terjadi suatu pelanggaran maka akan dikenakan sanksi ataupun hubungan yang sama.

 

  1. Reciprositas

Ketahuilah bahwa reciprositas ini memiliki arti bahwa perlakukan negara yang satu dengan yang lainnya harus sama ataupun setimpal agar tidak terjadi kesenjangan hukum yang memicu permasalahan.

Baca Juga : Pengenalan Hubungan Internasional untuk Referensi [Terlengkap]

Istilah Perjanjian Internasional

Inilah beberapa istilah perjanjian  internasional yang harus diketahui, mari simak informasi detailnya di bawah ini.

 

  1. Covenant

Istilah Covenant muncul sebagai perjanjian internasional dalam Liga Bangsa yang memiliki tujuan untuk menjaga perdamaian dunia, mencegah peperangan, dan meningkatkan kerja sama tiap negara.

 

  1. Ketentuan penutup (final act)

Ketentuan penutup merupakan dokumen akhir dari sebuah konverensi, biasanya dokumen ini berisi mengenai keputusan terakhir dalam sebuah konverensi. Bahkan, dalam dokumen ini disebutkan nama negara beserta nama wakilnya yang hadir dalam konverensi tersebut.

 

  1. Modus vivendi

Ketahuilah bahwa modus vivendi ini biasanya digunakan untuk mencatat beberapa perjanjian yang dari yang bersifat sementara hingga perjanjian tersebut bersifat permanen. Namun, dalam modus vivendi ini tidak memerlukan ratifikasi sehingga dapat digunakan setelah disepakati.

 

  1. Traktat (treaty)

Traktat merupakan perjanjian antar negara untuk mencapai kepentingan tertentu, ketahuilah bahwa traktat ini memiliki kewajiban dan hak masing-masing setiap negara yang terikat dalam perjanjian tersebut.

 

  1. Agreement

Sebenarnya proses perjanjian internasional agreement hampir sama dengan traktat, tetapi hanya saja sifatnya memang tidak terlalu politisi sehingga dapat dilakukan oleh wakil-wakil departemen tanpa perlu memiliki ratifikasi.

 

  1. Konvensi

Konvensi merupakan suatu jenis perjanjian yang bersifat resmi, dengan kata lain konvensi ini hanya dilakukan oleh perjanjian multilateral yang berlaku untuk semua masyarakat yang ada di dunia ini.

 

  1. Protokol

Berbeda dengan konvensi, ketahuilah bahwa protokol ini memiliki pengertian sebagai perjanjian yang sifatnya tidak resmi. Hal tersebut disebabkan karena protokol hanya mengatur berbagai permasalahan tambahan seperti penafsiran suatu undang-undang.

 

  1. Piagam (statuta)

Piagam berisi peraturan-peraturan yang terdapat dalam perjanjian internasional mengenai berbagai lapangan pekerjaan ataupun mengatur tentang anggaran dasar pada sebuah lembaga negara. Tujuan dari piagam tersebut tentunya menghindari segala permasalahan dari adanya hubungan internasional.

 

  1. Charter

Istilah Charter ini sering kali digunakan untuk membentuk suatu badan tertentu dalam suatu perjanjian dalam bentuk internasional. Pastinya, istilah charter ini memang sudah sering ada karena banyak badan hukum yang terbentuk secara internasional yang bertujuan bagus untuk kerja sama beberapa negara.

 

  1. Deklarasi (declaration)

Deklarasi ini merupakan suatu pernyataan untuk memperjelas kembali hukum baru disertai dengan alasan. Kemudian biasanya deklarasi ini juga dapat dijadikan sebagai sebuah alasan untuk menyatakan adanya sebuah hukum baru dalam perjanjian internasional.

Klasifikasi Perjanjian Internasional

Ketahuilah bahwa terdapa klasifikasi perjanjian internasional yang dibagi atas subjek dan fungsinya, ini dia informasinya.

 

  1. Menurut Subjeknya

Ketahuilah bahwa menurut subjeknya klasifikasi perjanjian internasional dibagi menjadi dua yaitu bilateral dan multilateral. Bilateral merupakan perjanjian yang diberlakukan untuk dua negara sedangkan multilateral merupakan perjanjian untuk lebih dari dua negara.

 

  1. Menurut Fungsinya

Menurut fungsinya perjanjian internasional juga dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu perjanjian yang membentuk hukum dan perjanjian yang bersifat khusus. Ketahuilah bahwa klasifikasi perjanjian yang membentuk hukum ini diberlakukan dari kaidah-kaidah masyarakat secara keseluruhan.

 

Sedangkan, menurut perjanjian yang bersifat khusus yaitu timbulnya hak dan kewajiban antara kedua negara yang terikat dengan hubungan internasional.

 

  1. Menurut Prosesnya

Sedangkan menurut prosesnya klasifikasi perjanjian internasional ini terbagi menjadi dua yaitu melalui proses perundingan dan proses penandatanganan. Kedua proses ini biasanya dilakukan ataupun bisa dilakukan salah satunya saja.

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat mengenai perjanjian internasional yang telah kita bahas di atas, adapun kekurangan yang teman-teman temukin murni kesalahan kami sebagai penulis. Oleh karena itu, kami meminta kawan-kawan sekalian untuk turut aktif dalam menebar manfaat bagi sesama salah satunya dengan memberikan kritik dan saran dalam konten yang kami sajikan.

Selain dari pada itu kami juga memberikan anda kesempatan untuk menentukan konten apa saja yang pantas anda baca dan anda bisa memberikan komentar pada tulisan tersebut. Tentunya, tema yang kami ingin angkat yakni sesuai dengan situs cobalagiaja.com yang bertujuan mendukung pengembangan diri dan produktifitas anda.

Dengan ini kami berharap terus bisa memberikan kebermanfaatan dan membuka ladang amal bagi teman-teman sekalian untuk bisa ikut mengedukasi.

Terima kasih telah berkunjung 🙂

Selamat mencoba

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: