√PERNIKAHAN DALAM ISLAM PENTING BAGI KALIAN PASANGAN MUDA

√PERNIKAHAN DALAM ISLAM PENTING BAGI KALIAN PASANGAN MUDA

Pernikahan dalam Islam – Beberapa tahun ini, Indonesia digemparkan dengan banyaknya pasangan yang melangsungkan pernikahan di usia muda. Salah satu yang menjadi motivasi mereka termasuk mungkin kamu sendiri, adalah karena menikah itu mudah dalam islam.

Selain karena rukunnya yang mudah, ada beberapa hal seperti anjuran menikah dari Rosulullah yang menjanjikan rezeki orang tersebut bertambah.

Dan yang paling menjadi motivasi terbesar mengapa pasangan muda saat ini tidak takut untuk menikah walau belum punya pekerjaan dan belum mapan adalah demi mencari agama.

Banyaknya anak muda yang mulai berhijrah dari kehidupan yang dulunya biasa-biasa saja menjadi lebih dekat dengan masjid, yang dulunya tidak produktif menjadi lebih produktif menjadi salah satu faktor banyaknya pasangan yang menikah muda saat ini.

Ditambah lagi saat ini banyak bertebaran kajian-kajian mengenai pranikah, kajian-kajian mengenai rukun-rukun pernikahan dalam islam yang dijelaskan dengan “style anak muda” yang memberikan dorongan tersendiri bagi mereka.

beberapa hadits dan ayat yang paling sering diangkat dalam berbagai tema kajian pra nikah adalah :

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32)

Akan tetapi beberapa hal yang belum diketahui oleh anak muda saat ini yang menjadikan mereka lupa bahwa selain rukun, adapula hak dan kewajiban yang harus dipenuhi sebelum menempuh bahtera pernikahan.

Oleh karenanya Insya Allah di sini akan dijabarkan mengenai syarat, rukun, dan beberapa tips untuk kamu sebelum melangsungkan pernikahan.

Pernikahan Dalam Islam

pernikahan dalam islam

via pinterest.com

Di zaman seperti ini, dari pada terjerumus kepada perzinahan yang mambawa murka Allah, memang lebih baik menyatukan dua keluarga dalam satu akad antara sepasang kekasih. Keberkahan serta rahmat yang Insya Allah akan dilimpahkan pada kita yang bertakwa dan mencoba menghindari apa yang dilarang syariat.

Membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah adalah satu tujuan bersama yang pastinya diimpikan oleh setiap pasangan. Punya anak yang sholeh dan sholehah serta sukses dunia dan akhirat.

Pernikahan sendiri memang ditujukan sebagai salah satu jalan dalam menjalin ukhuwah islamiyah selain daripada silaturahmi sesama manusia.

Sehingga banyak orang yang menginginkan hal tersebut, apalagi di dalam hadits memang telah dijelaskan bahwa silaturahmi dapat memperlancar rezeki. Tentunya apabila kalian yakin dengan hal itu, sebab Allah juga senantiasa berhusnudzon kepada kita hamba-hambaNya terutama ketika kita berbuat salah.

Maka sangat penting untuk yakin dan berhusnudzon bahwa dengan bersilaturahmi, dengan menikah Allah akan bukakan pintu rezeki untuk kita selebar-lebarnya.

Sebelum berlanjut pada syarat dan rukun dari pernikahan dalam islam itu sendiri, mari mengenali apa itu pernikahan untuk menambah pengetahuan kita sebagai muslim yang belajar.

Pengertian Pernikahan Dalam Islam

pernikahan dalam islam
via pinterest.com

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) pernikahan itu sendiri merupakan sebuah perjanjian antara laki-laki dan perempuan untuk menjadi suami istri. Hal ini juga berkaitan dengan siapa saja yang bisa kamu nikahi dan tidak.

SECARA ETIMOLOGI

Al-Qur’an dan Hadits di dalamnya tertuliskan bahwasanya pernikahan berasal dari kata An-Nikh dan Az-Ziwaj yang artinya melalui, menginjak, berjalan di atas, bersenggama, menaiki, atau bersetubuh.

Selain itu diistilahkan sebagai Adh-Dhammu yang berarti merangkum, mengumpulkan serta sikap yang ramah, dan menyatukan.

SECARA ISTILAH

Secara istilah pernikahan dimaknai dengan berbeda-beda pandangan oleh beberapa ulama ahli fiqih yang menjelaskan sebagai berikut :

  • ULAMA MADZHAB HANAFI

    Dalam hal pernikahan, ulama-ulama yang menggunakan madzhab hanafi memahami pernikahan sebagai suatu akad atau perjanjian yang membuat seorang pria bisa memiliki serta menggunakan seluruh anggota badannya untuk mencapai kepuasan serta kenikmatan dalam keluarga.

  • ULAMA MADZHAB MALIKI

    Di sisi lain para ulama madzhab maliki berpendapat mengenai pernikahan bahwasanya ini merupakan perjanjian atau akad yang dilaksanakan tanpa ada harga yang harus dibayarkan untuk mencapai kepuasan.

  • ULAMA MADZHAB SYAFI’I

    Sedangkan menurut pandangan para Ulama Syafi’iyah memaknai pernikahan itu sendiri sebagai perjanjian atau akad dengan lafadz حُ حاكَكنِن atau كَ ز كَ وا حُ ج  yang berarti dari perjanjian, akad, tersebu menjadikan pasangan memperoleh kesenangan.

  • ULAMA MADZHAB HANBALI

    Hampir sama dengan madzhab syafi’i, para ulama dari kalangan madzhab hanbali menyebutkan pernikahan sebagai akad dengan lafadz انِ نْ ن كَ كا حُ ح atau كَ نْ نِ و نْ حُ ج yang berarti hal yang menjadikan pria dan wanita mendapatkan kepuasan satu sama lain.

  • SALEH AL-UTSAIMIN

    Mengartikan sebuah pernikahan sebagai pertalian hubungan pria dan wanita yang dimaksudkan agar masing-masing saling menikmati dan untuk membangun keluarga yang sholeh serta membangun masyarakat yang bersih.

  • MUHAMMAD ABU ZAHRAH

    Di dalam kitab yang dikarangnya berjudul al-ahwal al-syakhsiyyah, menerangkan pernikahan adalah akad yang mengakibatkan pasangan pria dan wanita halal untuk bersenggama dengan mengemban hak dan kewajiban antara keduanya.

Baca Juga : 10+ Hikmah Pernikahan yang Sesungguhnya Kamu Harus Tahu Sebelum Menikah

HUKUM PERNIKAHAN DALAM ISLAM

pernikahan dalam islam
via pinterest.com

Seperti yang kita ketahui bahwa pernikahan merupakan salah satu ibadah yang disunnahkan oleh Rosulullah dan diperintahkan langsung oleh Allah dalam firmannya.

Sama halnya dengan ibadah yang lain seperti sholat, puasa, zakat, haji, syahadat, semuanya memiliki tata cara tersendiri, pernikahan pundemikian. Semuanya telah diatur dengan masing-masing syarat, rukun, serta hukum melaksanakannya.

Agar lebih paham lagi bertanyalah kepada guru yang benar-benar mengerti dengan perihal ini. Adapun dasar pengambilan hukum pernikahan yang dimuat dalam Al-Qur’an dan Hadits ialah sebagai berikut :

Dalam Al-Qur’an

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan- Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Q.S. Ar-Ruum : 21).

”Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu,dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian- Nya) lagi Maha mengetahui” .(Q.S. An-Nuur : 32)

 

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (Q.S. An-Nisaa’ : 1).

Selain arti dari ayat-ayat diatas, ada pula

Dalam Al-Hadits

Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

”Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah memiliki kemampuan untuk menikah, hendaklah dia menikah; karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Adapun bagi siapa saja yang belum mampu menikah, hendaklah ia berpuasa; karena berpuasa itu merupakan peredam (syahwat)nya”.

Ini hanya beberapa hadits mengenai pernikahan, selebihnya masih banyak hadits lain yang serupa.

Hukum Pernikahan Dalam Islam

Dalam suatu ibadah  ada yang namanya hukum, yakni dimana suatu ibadah digolongkan berdasarkan status keabsahannya dalam agama yang diatur dalam ilmu fiqih.

Pernikahan merupakan ibadah yang dengan ini dihukumi berdasarkan kondisi dan situasi dalam melaksanakan ibadah tersebut, sebagai berikut :

  • Wajib

    Hukum menikah diwajibkan bagi orang yang telah memiliki kesanggupan didalamnya.

    Diantara kesanggupan yang dimaksud ialah mampu melakukan pernikahansecepatnya.

    Telah sanggup untuk menjalani bahtera keluarga, sanggup menafkahi lahir dan batin, sanggup melayani serta sudah mengantongi ridho dari orang tua.

    Selain itu, jika takut terjerumus dalam perzinahan maka diwajibkan untuk menikah.

    Jika tidak ada halangan baginya untuk menikah, maka hukumnya wajib

  • Sunnah

    Pernikahan menjadi sunnah jika seseorang telah mampu, lahir dan batin telah siap untuk menjalani pernikahan, tetapi walaupun tidak menikah tidak menjadikannya terjerumus dalam perzinahan.

  • Makruh

    Hukum pernikahan menjadi makruh bagi seseorang yang telah mampu untuk menikah dan bisa menahan dirinya untuk tidak berbuat zina, tetapi keinginannya untuk menikah lebih kuat.

  • Mubah

    Hukumnya mubah, apabila pernikahan itu dilandasi dengan keinginan yang jelas hanya untuk mencapai kesenangan semata, sedangkan dirinya dalam keadaan mampu menafkahi lahir dan batin.

  • Haram

    Adapun penikahan dihukumi haram apabila seseorang belum memiliki kemampuan untuk menikah, sedangkan memaksakan dirinya untuk menikah.

    Dikhawatirkan apabila telah menikah, tidak mampu melaksanakan dan memberikan hak dan kewajiban sebagai seorang istri ataupun suami.

    Selain itu haram juga menikahi seseorang yang memiliki ikatan sedarah, sesama mahramnya, contoh menikahi ibu kandung, ibu yang menyusui, adik sepersusuan, adik kandung, saudara kandung, dan lain-lain.

Melaksanakan pernikahan tentu saja menjadi hal yang membahagiakan bagi setiap insan manusia yang saling menitip rasa. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kadang kala kita lalai dalam menjalankan syariat yang ditetapkan Allah, terutama dalam menggelar acara pernikahan.

Oleh karenanya, kami hadir untuk menjawab keresahan serta kesulitan anda dalam mengatur pernikahan yang syar’i untuk anda dan membantu anda mewujudkan pernikahan impian anda.

Silahkan cek web kami di paket pernikahan surabaya

RUKUN SERTA SYARAT PERNIKAHAN DALAM ISLAM

rukun dan syarat pernikahan dalam islam
via google.com

Setelah mengetahui hukum-hukum pernikahan berdasarkan situasi dan kondisi yang dialami seseorang, selanjutnya adalah rukun dan syarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan pernikahan.

Berikut ini merupakan syarat dan rukun yang harus dipenuhi orang yang ingin menikah dan melaksanakn pernikahan :

SYARAT PERNIKAHAN DALAM ISLAM

Adapum syarat dalam melaksanakan pernikahan dari pihak laki-laki maupun perempuan diantara lain :

1. Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi calon suami

  • Islam
  • Calon mempelai laki-laki tidak dalam keadaan dipaksa
  • Belum mempunyai 4 istri yang masih hidup
  • Mengetahui calon pengantin perempuan dari nasabnya yang dimana bukan mahramnya.
  • Laki-laki yang disetujui
  • Mempelai mengetahui wali nikah yang sebenarnya
  • Sedang tidak melaksanakan ibadah haji ataupun umroh

2. Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi calon istri

  • Beragama Islam ( madzhab syafi’i melarang, madzhab lain boleh dengan syarat wanitanya merupakan keturunan ahli kitab, atau ahli kitab, yang berarti paham kitab yang masih murni)
  • Jelas kelaminnya perempuan
  • Jelas identitasnya, namanya, keluarganya, orangnya
  • Menyetujui pernikahan
  • Tidak memiliki halangan untuk menikah.
  • Tidak dalam masa iddah

3. Syarat-syarat menjadi wali dalam pernikahan

  • Laki-laki
  • Dewasa
  • Punya hak menjadi wali dari mempelai perempuan
  • Bersikap adil
  • Islam
  • Sehat dan berakal
  • Tidak sedang melaksanakan ibadah haji dan umroh

4. Syarat-syarat menjadi saksi dalam pernikahan

  • Saksi minimal terdiri dari dua orang lelaki, bisa lebih
  • Hadir ketika akad pernikahan dimulai
  • Memahami maksud dari akad dalam pernikahan
  • Beragama islam
  • Bersikap adil
  • Dewasa

5. Syarat-syarat ijab qobul

Dalam ijab qobul mengucapkan akad dengan bahasa yang mudah dipahami, dimengerti oleh kedua mempelai dan keluarga, serta penerima akad serta saksinya.

Dalam pengucapannya jelas dan dapat didengar oleh para saksi.

6. Syarat Shighat

Di dalam sighat disyaratkan adanya ijab dari wali dan Qobul dari zauj atau wakilnya atau walinya. Adapun lafadz dari ijab harus berupa lafadz zawwajtuka (aku mengkawinkanmu) dan Ankahtuka (aku menikahkanmu) dengan wanita yang aku menjadi walinya, yaitu Fulanah binti fulan.

Ijab tidak sah apabila menggunakan lafadz selain dua lafadz tersebut. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu:

“Bertaqwalah kalian kepada Allah SWT di dalam masalah wanita. Maka, sesungguhnya kalian mengambil mereka (wanita) dengan amanat Allah dan kalian berusaha mennjadikan halal farji (kemaluan) mereka dengan kalimat Allah.”

Adapun yang dimaksud kalimat Allah yakni Al-Qur’an. Sedangkan dalam Al-Qur’an tidak ada lafadz selain lafadz yang diambil dari mashdar tazwiij (zawwaja, separti pada contoh ijab di atas.

Adapun Qobul disyaratkan harus bersambung dengan ijab (setelah ijab langsung disusul dengan qobul). Cara pengucapannya bisa dengan lafadz Tazawwajtuhaa  atau nakahtuhaa atau qobiltu atau Radhitu.

Dalam mengucapkan Qobul harus ada yang perkara yang menunjukkan atas mempelai wanita, seperti menyebut namanya (contoh: nakahtu (Aku menikahi Al-Fulanah (nama calon)), atau memakai dhamir (kata ganti) seperti: Nakahtuhaa. Dalam lafadz nakahtuha terdapat dhamir “haa” yang isinya adalah mempelai wanitanya. Bisa juga dengan isyarat.

Nikah sah dengan menterjemahkan dua lafadz di atas (Inkah dan tazwiij) ke dalam bahasa Ajam (selain bahasa Arab), walaupun bisa bahasa Arab dan tahu artinya, tetapi dengan syarat mendatangkan lafadz yang mana lafadz tersebut dihitung benar (sebagai kalimat nikah),  seperti: Saya nikahkan saudara fulan bin fulan dengan fulanah binti fulanah (ijab). Saya terima nikahnya fulanah binti fulan (qobul). Disyaratkan lagi, dua orang yang beraqad dan dua saksi tahu bahwa itu bahasa untuk aqad nikah.

Sah nikahnya orang yang dalam aqad menggunakan bahasa Arab, walaupun orang tersebut tidak tahu ma’nanya, namun dengan syarat tahu kalau itu adalah kalimat untuk aqad nikah, seperti yang di katakan oleh Syaikhonaa (Ibnu Hajar Al-Haitami).

RUKUN PERNIKAHAN DALAM ISLAM

Setelah mengetahui syarat pernikahan yang sah, selanjutnya adalah rukun-rukun yang harus dilaksanakan dalam pernikahan.

Rukun-rukunnya sebagai berikut :

  1. Adanya calon mempelai laki-laki dan perempuan
  2. Adanya wali nikah dari pihak perempuan
  3. Adanya 2 orang saksi yang paham
  4. Ijab qobul yang sesuai dengan sighat nikah yang diucapkan oleh wali nikah mempelai wanita dan dijawab oleh mempelai pria dengan sighat yang benar dan jelas.

Itulah fiqih mengenai pernikahan dalam islam yang wajib kamu ketahui sebelum menjalani bahtera pernikahan. Semoga bermanfaat dan memberi ilmu baru bagi kamu yang sedang memantaskan diri sebelum menikah.

Wallahu ‘alam bisshowab ,

note : ini hanyalah salah satu dari sekian banyak referensi, agar lebih jelasnya bertanyalah pada imam desa, ataupun guru yang berkompeten dalam bidang fiqih ini.

Terima kasih telah berkunjung 🙂

Jangan lupa untuk terus kunjungi situs ini agar hari-harimu jadi lebih bermanfaat lagi, lebih produktif, kreatif dan inovatif.

 

 

One thought on “√PERNIKAHAN DALAM ISLAM PENTING BAGI KALIAN PASANGAN MUDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: