8+ Prinsip Seni Rupa dan Contoh untuk Calon Anak DKV [ Terlengkap ]

8+ Prinsip Seni Rupa dan Contoh untuk Calon Anak DKV [ Terlengkap ]

Prinsip Seni Rupa, Pentingkah untuk Dipelajari?

Assalamu’alaikum dan selamat berakhir pekan kawan-kawan.

Alhamdulillah sampai saat ini kita masih bisa terus melaksanakan kegiatan yang produktif bersama. Setiap orang memiliki hobi atau kesukaan masing-masing. Baik itu dibidang ilmu pengetahuan sosial, alam, seni, agama atau lebih umum.

Beberapa dari kalian mungkin senang dengan musik, menggambar, melukis, atau mungkin membuat kerajinan tangan.

Semua ini merupakan hal-hal yang produktif dibandingkan hanya duduk diam di rumah. Apalagi kalau kita hanya berada di hadapan laptop atau HP selama berjam-jam untuk ngepoin kegiatan orang.

haha, nggak produktif banget kan, malah menyiakan waktu hanya untuk nontonin orang lain berkembang. Sedangkan diri sendiri?

Pertanyaan yang paling nyelekit adalah, kalau mereka yang kalian tonton berhasil, apakah akan nular ke kamu?

oh tentu tidak, oleh karenanya kita harus mencoba dari sekarang untuk lebih kreatif lagi. Mulai mencoba banyak hal yang bisa menghasilkan, eventually menulis, bermain game dan mulai menghasilkan seperti youtuber yg pensiun itu.

Kelihatannya sangat mudah jika hanya berkata-kata saja, nyatanya memang sulit untuk dilakukan.

Tetapi tenang saja, cobalagiaja.com akan menemani kalian, cukup memberikan komentar atau menyampaikan aspirasimu di kolom komentar 🙂

Oke, kegiatan produktif kita kali ini akan kembali mengulik mengenai seni rupa. Sebelumnya kita sudah membahas mengenai unsur-unsur seni rupa dan aliran seni rupa.

Untuk sekarang kita kembali ke paling dasar lagi, yakni mengenai prinsip seni rupa.

Bagaimana sebuah seni rupa itu dapat menjadi indah, menarik, dan ekspresif ketika diperhatikan. Sehingga sangat perlu untuk mempelajarinya apalagi untuk kalian calon mahasiswa DKV

Demi mempersingkat waktu kalian agar lebih produktif, mari kita langsung masuk ke materi saja. 🙂

Prinsip Seni Rupa [Lengkap]

prinsip seni rupa
by peacerevolution

Selanjutnya dalam pelajaran seni rupa tentunya estetika dari sebuah karya seni itu sangat penting. Akan tetapi, beberapa hal yang menjadikan karya seni rupa itu menjadi berkelas adalah prinsip yang ada di dalamnya.

Seperti halnya manusia, jika hidup tanpa prinsip atau tujuan maka tidak akan ada artinya dan rendah.

Berbeda halnya dengan yang memiliki prinsip hidup dengan tujuan yang jelas, seakan-akan bersinar di antara manusia lainnya.

Tapi jangan dibayangin nanti malah nggak produktif, hehe 🙂

Berbicara mengenai hal tersebut, berikut saya merangkumkan prinsip seni rupa berdasarkan apa yang saya pahami setelah membaca dan praktek. Diantara lain :

1. Kesatuan atau Unity




Unity atau kesatuan dalam prinsip seni rupa
via Google

Baiklah kita mulai dengan kesatuan atau berpadu yang di dalam bahasa inggris itu sendiri disebut sebagai Unity.

Kesatuan dari sebuah seni rupa itu sendiri adalah penunjang yang awal yang menjadikan sebuah karya menjadi lengkap. Menggabungkan beberapa unsur, bahan, dan teknik dalam satu karya sehingga tercipta mahakarya.

Keharmonisan sangatlah dibutuhkan dalam bidang ini, karena akan mempengaruhi rasa, kesan, ketika berhadapan dengannya.

Bagaimana menonjolkan setiap unsur yang ada tanpa tumpang tindih atau dominan disatu sisi. Menyatu dan berbaur seperti minyak dan air, walau berbeda tapi indah dipandang.

Ini adalah awal terciptanya sebuah mahakarya, tanpa adanya kesatuan dalam karya, maka takkan ada mahakarya.

Paham nggak? anggap aja paham yah 🙂 , kalau nggak coba lagi aja 

2. Ritme atau Irama

Ritme atau irama dalam prinsip seni rupa
via Google

Prinsip ini semacam pengulangan dari beberapa unsur seni rupa yang dimasukkan ke dalam sebuah karya. Dimaksud sebagai irama atau ritme yakni mengenai pengulangan secara teratur dari setiap unsur yang ditonjolkan.

Dari setiap material yang muncul, setiap warna, tekstur, bayangan, bentuk, berulang dan teratur membentuk ritme tersendiri. Menjadikan karya seni rupa yang seimbang, sebagai contohnya nirmana.

Sebagai calon anak DKV atau mahasiswa DKV, tugas nirmana ini adalah tugas awal yang dibilang mudah tidak, dibilang susah tidak juga.

Tetapi jangan menganggap remeh, karena hanya menggunakan pengulangan pola atau adanya ritme tertentu. Hanya dengan menggunakan salah satu unsur seni rupa atau gabungan beberapa secara berulang, bisa menjadi Masterpiece atau karya yang mahal.

Kesimpulannya adalah kamu bisa menciptakan ritme tersendiri pada karyamu untuk menonjolkan sebuah kesatuan dalam seni.

Baik itu dari palletes atau pilihan warna, atau mungkin semacam pola garis, bentuk yang dibuat berulang dengan posisi atau kemiringan tertentu.

Garis, Cahaya, Bayangan, Bentuk, Titik, Jarak, Tekstur dan lain-lain.

3. Balance atau keseimbangan

balance atau keseimbangan yang terbentuk dalam prinsip seni rupa
via Pinterest

Balance atau Keseimbangan dalam seni rupa menjadi poin yang dibutuhkan dalam menunjang ritme atau irama. Kedua prinsip ini kenyataannya adalah satu kesatuan dibeberapa bentuk dan situasi, tetapi karena tidak semua ritme membutuhkan keseimbangan untuk memberikan nilai estetika.

Prinsip memberikan keseimbangan dalam setiap karya menjadi dibutuhkan pada keadaan tertentu. Bayangkan apabila pesawat tidak memiliki keseimbangan, maka jatuh.

Begitu pula dengan sebuah gubahan yang membutuhkan keseimbangan untuk menonjolkan estetika. Seperti halnya lukisan abstrak tidak membutuhkan keseimbangan untuk menonjolkan sisi terbaiknya.

Sebaliknya, nirmana adalah contoh karya seni rupa yang membutuhkan keseimbangan untuk menonjolkan kelebihan dan menyamarkan kekurangannya.

4. Penekanan ( Kontras )

contrast art atau kontras dalam prinsip seni rupa
via Pixabay

Beberapa unsur dalam seni rupa seringkali tersamarkan akibat material penyusun dan unsur-unsur yang saling tumpang tindih. Oleh karenanya konsep penekanan dalam prinsip seni rupa ini sangat dibutuhkan untuk menonjolkan keistimewaan sebuah karya.

Sebagai contoh dalam sebuah kalimat, untuk memunculkan kesan penting maka diperlukan adanya penekanan dalam bentuk pengulanagan kata.

Selain dari itu masih ada cara lain untuk melakukannya. Sedangkan dari seni rupa itu sendiri, penekanan dapat dimunculkan bisa dengan cara berikut:

Untuk lukisan atau gambar itu sendiri,

  • Gelap terang
  • Warna kontras
  • Garis tebal dan tipis
  • dan unsur seni rupa lainnya

Baca Juga

Unsur-unsur Seni Rupa

Aliran Seni Rupa

Sebuah karya seni pada dasarnya tidak dibuat untuk menonjolkan satu bentuk saja, tetapi keseluruhan. Artinya bahwa keseimbangan ini menjadikan setiap unsur yang terkandung di dalamnya menonjol secara merata.

Balance atau keseimbangan pada suatu karya ini terbagi menjadi 3 berdasarkan penyebarannya, diantara lain :

  • Formal / Simetris ,
  • Informal / Asimetris
  • Radial / memancar

5. Proporsi ( Sebanding )

proporsi atau proportion dalam prinsip seni rupa
via Pinterest

berbicara mengenai proporsi atau perbandingan, kita sering kali melihat lukisan-lukisan di luar sana yang menerapkan prinsip ini. Dalam penerapannya perbandingan antara objek nyatadengan replika, atau sebuah objek dengan lukisan memiliki perbesaran yang sesuai.

Baik itu mengenai lebar, tipis, besar, kecil, panjang, pendek, tinggi dan rendahnya suatu benda menjadi acuannya.

Pernah liat gambar lukisan wajah? kalau kamu lihat secara seksama, maka akan terlihat bagaimana wajah asli menjadi terlihat mengecil dengan bentuk yang sesuai.

Itu artinya proporsi wajahnya tepat sesuai dengan aslinya, sehingga menampilkan karakteristik yang sama.

Dalam desain vektor, ukuran pengecilan akan sangat mempengaruhi hasilnya. Perbedaan ukuran ini menjadi poin penting.

Lebih mudahnya lagi, seperti saat kita memfoto seorang model, maka bayangan dari seorang model tersebut akan terproyeksikan ke dalam kamera dalam bentuk yang lebih kecil tanpa mengubah apapun kecuali mendistorsi ukurannya.

Perlu diperhatikan juga contohnya dalam penggambaran anatomi manusia, jarak, keseimbangan kiri dan kanan dari tubuh manusia.

6. Point of Interest ( Pusat Perhatian )

POI atau daya tarik dalam prinsip seni rupa
via Google





Adalah pusat perhatian dari suatu objek, merupakan hal yang paling menonjol atau sengaja ditonjolkan.

BerasalSeperti halnya prinsip penekanan, Point of Interest (PoI) hadir dengan memancarkan “cahaya” pada satu objek dengan gaya tertentu.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memunculkan PoI dalam sebuah karya adalah :

  • Penekanan
  • Fokus

PoI bisa dimunculkan dengan beberapa cara di atas, sebagai contoh,

Ketika mengambil gambar/foto, beberapa objek tampak berdekatan dan ada satu yang ingin ditonjolkan. Salah satu caranya dengan memberikan sebuah penekanan berupa warna kontras antara PoI dengan Background atau latar belakang. Hal ini menjadikan PoI lebih jelas dan terlihat menonjol di antara yang lain.

Dengan Cara memfokuskan pada hal yang ingin dijadikan sebagai pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Misalnya foto model diantara kerumunan orang. Dimana fokus kamera tertuju pada satu model tersebut, dan selebihnya blur atau buram, sehingga dengan ini memunculkan PoI atas Model.

7. Prinsip Seni Rupa : Komposisi

komposisi dalam prinsip seni rupa
via Google

Komposisi dalam prinsip seni rupa adalah racikan bumbu-bumbu yang akan menciptakan mahakaryanya. Seperti halnya masakan, kalau meraciknya kurang joss maka rasanya akan kacau balau.

Analoginya seperti nasi goreng. Satu persatu bumbu-bumbu dijatuhkan ke dalam wajan berisi minyak panas, lalu biarkan agak kecoklatan, dan turunkan material selanjutnya. Aduk dan aduk hingga bumbu meresap keseluruh lapisan.

Pasti kalian sudah paham kan? apa??? belum juga? yaudah baca lagi, coba lagi aja 🙂

Pada intinya, kamu harus mendapatkan komposisi yang tepat untuk karya seni mu, baik itu dengan perbandingan 30:30:30 , atau 60:30 dan lain-lainnya. Mengisi setiap lembaran dengan objek dominan dan sedikit untuk meningkatkan daya tarik dari benda tersebut. Contohnya, ketika kamu mengambil foto perahu diantara langit dan laut, dimana fokusmu berada pada langit yang berwarna-warni dan perahu. Maka yang menjadi komposisi penyusun utamanya adalah kedua hal itu dan selebihnya pendukung.

8. Prinsip Seni Rupa : Gradasi

aplikasi dari prinsip seni rupa yakni gradasi
via Pixabay

Jelasnya, gradasi adalah susunan warna yang disususn berdasarkan tingkat kepekatan warnanya. Perubahan warna secara berangsur-angsur antara dua warna yang saling bertabrakan dan saling menyamarkan.

Gradasi ini sangatlah penting dalam sebuah karya seni. Ibarat tubuh tanpa nyawa, gradasi warna yang diterapkan pada karya yang datar menjadi tampak nyata dan hidup. Efek gradasi juga diterapkan dalam penambahan bayangan pada gambar objek 3 dimensi untuk memunculkan efek timbul pada gambar, sehingga gambar tampak lebih nyata.

9. Prinsip Seni Rupa : Keselarasan ( Harmoni )

harmoni atau keselarasan dalam prinsip seni rupa
via Google.com

Pada intinya prinsip keselarasan ini menekankan pada pemerataan atas unsur-unsur yang terkandung dalam seni rupa. Menyatukan setiap unsur menjadi satu dimana setiap unsur tersebut tidak saling bertentangan, memiliki kesamaan sifat, dan sesuai.

Hal semacam ini dapat dengan mudah dihadirkan ke dalam suatu karya seni dengan pengaturan terhadap cahaya, warna, bentuk dan posisi.

Keselarasan bertujuan untuk menciptakan perpaduan setiap unsur yang saling mendukung dan tidak tumpang tindih sehingga dapat dinikmati secara keseluruhan.

Kamu bisa saja mencobanya dalam sebuah lukisan atau gambar, dimana warna yang digunakan tidak mencolok di satu bagian. Mengatur dengan rapih setiap unsur seni rupa yang tergantung di dalamnya.

Sehingga dengan ini akan membentuk sebuah harmoni yang indah yang akan menarik mata para pecinta karya.


Penutup

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai prinsip dasar yang terkandung dalam ilmu seni rupa. Pada intinya setiap prinsip di atas memiliki keterkaitan dengan ilmu-ilmu seni rupa lainnya, sehingga wajib bagi kamu untuk mempelajari secara lebih mendalam.

Agar lebih paham, coba untuk sering-sering melihat karya-karya seni rupa, di museum atau pagelaran seni dan perhatikan prinsip seni rupa yang diterapkan di dalamnya.

Dari setiap tulisan di atas tentu saja ada banyak sekali kekurangan yang dimiliki. Penulis berharap antusiasme atas kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sehingga nantinya dapat menyajikan konten-konten yang lebih berkualitas lagi.

Terima kasih telah berkunjung 🙂

Jangan lupa untuk terus kunjungi situs cobalagiaja.com agar hari-harimu lebih produktif, kreatif dan inovatif. Salam perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: