fbpx
Mengenal Jenis Puisi Beserta Contohnya dalam Kesusastraan Indonesia

Mengenal Jenis Puisi Beserta Contohnya dalam Kesusastraan Indonesia

Hello COBER’s selamat datang kembali

Ada yang suka puisi? puisi lama atau puisi baru? suka buat sendiri atau baca punya orang aja?

Kalian pernah nonton dilan? pasti pernahlah yah, anak zaman sekarang mana mau ketinggalan hihi..

Dilan sering gombalin milea dengan kata-katanya yang indah, kalian tau nggak kalau itu puisi? nggak tau, Coba sebutkan salah satunya, kalau saya cuman tahu puisinya saja, jenisnya nggak tau hihi.

jangan rindu

berat

kamu tidak akan kuat

biar aku saja

yg satu ini bisa dibilang jenis elegi atau romansa karena isinya menyampaikan kerinduan atau luapan perasaan cinta.

Langit akan mendung tanpa mentari
Karena takkan lagi kulihat senyumannya
Malam akan sunyi tanpa rembulan
Karena takkan lagi kudengar tawamu

wah keren banget yah puisinya. meleleh nggak tuh hihi.

Tapi kalian tahu nggak sebenarnya puisi itu apa sih? nah kali ini kita akan belajar puisi berdasarkan zaman, isi, dan bentuknya. Selamat membaca

macam-macam puisi
poetry via pexels.com

PUISI

Puisi adalah seni tertulis yang menggunakan gaya bahasa, irama, ritma pada setiap baitnya untuk menambah keindahan pada makna semantis.

puisi itu sendiri dibedakan menjadi 2 jenis menurut zamannya, puisi lama dan puisi baru.

Apa itu puisi lama? apa itu puisi baru?

Puisi Lama

adalah puisi yang dalam pengaplikasiannya berlaku beberapa aturan, aturan tersebut sebagai berikut:

  • Irama
  • jumlah baris dalam 1 bait
  • Jumlah kata dalam 1 baris
  • Banyak suku kata tiap baris
  • Persajakan (rima)

Ciri-ciri Puisi Lama

Yang membedakan antara puisi lama dan baru adalah aturan-aturan yang mengikat jenis puisi tersebut. Lalu bagaimana membedakannya? berikut ciri-ciri dari puisi lama yang harus kalian pahami terlebih dahulu teman-teman.

Cirinya adalah Jenis puisi ini biasanya adalah buatan rakyat yang tidak diketahui namanya. Puisi ini jarang tertulis, lebih sering dalam bentuk lisan dari mulut ke mulut.

Jumlah baris dalam puisi inipun memiliki batasan setiap baitnya, jumlah suku kata yang digunakan serta rima atau saja.

Jenis Puisi lama beserta contohnya

  • Pantun

Adalah jenis puisi dengan rima/sajak a-b-a-b, jenis ini terdiri dari 4 baris, dimana tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris pertama adalah sampiran dan 2 baris selanjutnya adalah isi.

 

Pantun ini juga berisi dibagi berdasarkan kandungannya, ada yang merupakan agama/nasihat, teka-teki, pantun anak, muda-mudi, dan jenaka.

Contoh

Buah kedondong
Buah delima
Rambutku terpotong
Kaulah sebabnya

  • Mantra

Mantra adalah sebuah ucapan yang dipercaya memiliki kekuatan magis/gaib. adapun ciri-cirinya puisi ini bersifat lisan, mengandung unsur magis, menggunakan majas metafora dan perulangan.

Di dalamnya terdapat bahasa yang hanya dimengerti dua orang yang berbicara, bersifat misterius juga, mantra ini tidak terlalu kaku dalam hal suku kata, rima, dan barisnya. Sajaknya abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.

Contohnya sebagai berikut

Kepada rimba sekampung
Pulanglah engkau kepada rimba yang besar
Pulanglah engkau kepada gunung guntung
Pulanglah engkau kepada sungai yang tiada berhulu
Pulanglah engkau kepada kolam yang tiada berorang
Pulanglah engkau kepada mata air yang tidak kering
Jikalau kau tiada mau kembali, matilah engkau

  • Seloka

adalah pantun yang mengaitkan suatu hal dengan hal yang lainnya. Jenis puisi ini sedikit mirip dengan pantun, hanya saja lebih pendek dan singkat, biasanya dipakai dalam pantun berbalas. puisi ini bersajak a-a, b-b yang sifatnya menegur secara halus dan terdengar lebih sopan.

Puisi ini juga menggunakan kiasan dengan mengumpamakan suatu objek atau sifatnya yang kemudian baris kedua dari puisi ini sebagai penjelas maksud dari baris pertama dengan bahasa yang mudah dimengerti. Contohnya sebagai berikut:

Rusak jalan ke kampung,
Kayu pinus jatuh di jalan,
Bagaimana hati tak bimbang,
Sedih hati meninggalkan teman

Percuma punya oleh-oleh
Kalau tidak berbagi
Percuma punya teman sholeh
kalau tidak juga menasehati

Jalan jalan ke trotoar
Walau kampungan tapi pintar 

Burung lepas kandang
Kalau suka lamar langsung

  • Gurindam

Adalah puisi yang terdiri dari 2 baris tiap baitnya, baris pertama sebagai sampiran dan kedua sebagai isi. Jumlah kata perbaris hanya 10 kata saja, bersajak a-a, b-b, serta mengandung nasihat hidup. Contohnya

Barang siapa menemukan peluang
Maka langsung saja diterjang

Jangan sampai bimbang
Bimbang bisa jadi tumbang

Karya sastra ini juga memiliki jenisnya tersendiri, dalam hal ini gurindam terbagi atas 2 jenis antara lain:

Gurindam Berkait, adalah gurindam jenis ini ditandai dengan adanya keterkaitan antara bait satu dan yang lainnya. Contoh :

Siapa tak ingin sesat dunia akhirat
Maka cepatlah taubat sebelum terlambat

Tapi siapa yang lekas bertaubat sebelum kiamat
Maka didapatlah itu yang namanya selamat

Gurindam Berangkai, adalah gurindam yang berisi beberapa kata yang sama pada tiap baitnya. Contoh :

Sebelum bertindak pikir dahulu
Agar terlindungi masa depanmu
Kalau bertindak tanpa malu
Pasti banyak yang akan terganggu

 

  • Syair

Jenis gurindam ini berasal dari arab yang bercirikan 4 baris perbait, dengan sajak a-a-a-a, yang mengandung nasihat ataupun cerita. contohnya seperti arti sholawat badr, yang berisi syair.

Rahmat dan keselamatan Allah,
Semoga tetap untuk Nabi Thaaha utusan Allah,
Rahmat dan keselamatan Allah,
Semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah’

Kami berwasilah dengan berkah “Basmalah”,
Dan dengan Nabi yang menuniukkan lagi utusan Allah,
Dan seluruh orang yang beriuang karena Allah,
Sebab berkahnya sahabat ahli badar ya Allah

  • Talibun

Adalah pantun yang beisikan bait yang berjumlah genap 6,8, 10 baris dan seterusnya. terdiri dari sampiran dan isi yang berbanding luru dengan jumlahnya 3-3, 4-4, 5-5, dengan sajak a-b-c sebanding dengan jumlahnya. Contohnya:

Suara ombak di tengah laut (a)
Telah terdengar di kuping ini (b)
Suaranya begitu nyaring berdebur (c)
Buat kuping pun terasa pepat (d)
Oleh suara ombak di sini (e)
Di laut biru Pulau Kelapa (f)
Kokok ayam pun telah menyahut (a)
Datangnya sinar mentari pagi (b)
Yang datang dari penghujung timur (c)
Membawa sinar terang yang hangat (d)
Kepada insan di muka bumi (e)
Juga kepada alam semesta (f)

 

agar lebih mudah memahami dan mengapresiasi puisi itu sendiri, tidak ada salahnya kalian membaca artikel yang satu ini untuk menambah wawasan sebelum berkarya;

22 JENIS MAJAS BESERTA CONTOHNYA YANG WAJIB KAMU KETAHUI

 

Buku Puisi
Via Pexels.com

Puisi Baru

Puisi Joko Pinurbo

Berbeda dari puisi lama, puisi baru lebih bebas dan tidak terikat oleh aturan yang kaku seperti pada puisi lama. Adapun ciri-ciri dari puisi baru ini diantara lain :

  • puisi ini sebagian besar terdiri dari sajak empat seuntai
  • sebagian besar puisi baru menggunakan sajak syair dan pantun dan terkadang juga menggunakan pola lain dengan bentuk sajak yang teratur
  • tiap-tiap barisnya terdiri atas gatra merupakan kesatuan sintaksis
  • sebagian besarnya tiap gatra terdiri atas 2 kata dan 4-5 suku kata

Jenis-jenis puisi baru

sama seperti puisi lama, puisi baru juga punya banyak jenis, ada yang berdasarkan isi puisinya dan ada yang berdasarkan bentuknya.

Berdasarkan isinya :

  • Himne

puisi yang ditujukan sebagai tanda pemujaan untuk tuhan, pahlawan atau tanah air. seiring berkembangnya zaman puisi jenis himne juga berkembang sebagai puisi untuk orang yang dihormati atau disegani. Sebagai contoh:

Dipenogoro
Karya: Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan Banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati

MAJU

Ini barisan tak tak bergenderan-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti.
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa ditindas ditinda

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju.
Serbu.
Serang.
Terjang.

Februari, 1943

Chairil Anwar, “Dipenogoro”, Kakilangit (Horison), April 2016, hlm 3.

  • Balada

Balada merupakan jenis puisi yang berisikan sebuah cerita atau kisah. Di dalam puisi ini juga menggunakan majas untuk memperindah gaya bahasa dari puisinya untuk memberikan nuansa imajinatif bagi pendengar atau pembaca. Contohnya,

Balada Orang-orang Tercinta 

Karya: W.S. Rendra

Kita bergantian menghirup asam
Batuk dan lemas terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta membuat kita bertahan
dengan secuil redup harapan

Kita berjalan terseok-seok
Mengira lelah akan hilang
di ujung terowongan yang terang
Namun cinta tidak membawa kita
memahami satu sama lain

Kadang kita merasa beruntung
Namun harusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura?

Kita meleleh dan tergerus
Serut-serut sinar matahari
Sementara kita sudah lupa
rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil
yang dulu termaafkan

Mengapa kita saling menyembunyikan
Mengapa marah dengan keadaan?
Mengapa lari ketika sesuatu
membengkak jika dibiarkan?
Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta

Pantun Berbalas
via pinterest
  • Ode

Adaklah puisi yang berisi sanjungan yang ditujukan kepada orang yang berjasa.

Ciri-ciri puisi ini diantaranya bait-baitnya mengandung puji-pujian, dengan emosi pada sajak yang ditata rapih dalam tiap bait yang menimbulkan kedalaman rasa, renungan dan juga pemikiran yang tercurahkan sepenuhnya. Contohnya sebagai berikut:

Engkau hadir dalam sanubari
Menulis rindu di pagi hari
Namun rindu tak bertepi
Hanya Aku dan tuhan pagi ini
Yang Maha tahu isi hati

22-3-2018

  • Epigram

Epigram adalah jenis puisi yang berisikan pedoman, tuntunan, atau ajaran. Ciri-ciri puisi ini adalah di dalamnya berisikan petuah atau nasehat yang disampaikan secara langsung tanpa berbelit-belit dan merupakan tuntunan yang benar. Contoh :

 

Hari ini tak ada tempat berdiri

Sikap lamban berarti mati

Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan

Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.

(Iqbal)

  • Elegi

Adalah puisi yang mengandung nuansa kesedihan, tangis dan ratapan dalam setiap baitnya. Puisi ini memberikan penekanan terhadap perasaan sedih akibat kehilangan atau kerinduan. contohnya,

  • Romansa

Kata romansa berasal dari bahasa Perancis yaitu “romantique” yang berarti keindahan perasaan. Romansa adalah puisi baru yang memunculkan luapan perasaan cinta kasih tiap baitnya. Adapun beberapa contoh puisi romansa sebagai berikut:

Syair ini tentang engkau
Hanya ada engkau
Pemenang hati
Hatiku yang engkau menangkan
Belaianmu menenangkanku
Tangismu adalah dosaku
Citamu adalah inginku
Karena engkau
Adalah Ibuku
  • Satire

Merupakan puisi yang berisikan kritik atau sindiran yang ditujukan kepada penguasa atau orang yang memiliki jabatan atau posisi. Contohnya

 

NEGERIKU

Oleh : (Gus Mus)

Mana ada negri sesubur negeriku

Sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tehu dan jagung tapi juga pabrik, tempat rekreasi dan gedung

Prabot – prabot orang kaya di dunia dan burung-burung indah piaraan mereka berasal dari hutanku              

Ikan – ikan pilihan yang mereka santap bermula dari lautku

Emas dan perak, perhiasan mereka digali dari tambangku

Air bersih yang mereka minum bersumber dari keringatku

Mana ada negri sekaya negeriku

Majikan – majikan bangsaku memiliki buruh – buruh mancanegara

Brangkas – brangkas Bank ternama dimana – mana menyimpan harta – hartaku

Negriku menumbuhkan konglomera dan mengikis habis kaum melarat

Rata – rata pemimpin negriku dan handai tolannya terkaya didunia

Mana ada negri semakmur negeriku

Penganggur – penganggur diberi perumahan, gaji dan pensiunan setiap bulan

Rakyat – rakyat kecil menyumbang negara tanpa imbalan

Rampok – rampok di beri rekomendasi, dengan kop sakti instansi

Maling – maling di beri konsensi

Tikus dan kucing dengan asik berkorupsi

 

 

Berdasarkan bentuk puisinya:

  • Distikon

Adalah jenis puisi yang terdiri dari dua baris perbaitnya, berirama akhir yang sama, contohnya seperti di bawah ini,

Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)

  • Terzina

adalah puisi yang terdiri dari tiga baris seuntai, dengan sajak a-b-a, b-c-b, c-d-c (dikutip dari KBBI Daring). Di bawah ini adalah contoh puisi terzina agar anda lebih mudah memahaminya,

Masih Pagi 
Karya: Sapardi Djoko Damono

Masih pagi begini kamu mau ke mana?
Kemarin kamu bilang sakit,
sekarang pagi-pagi malah sudah bangun.

dan siap-siap pergi.
Wajahmu tampak pucat,
coba saja lihat di cermin.

Kamu tak takut lagi lihat cermin, bukan?
Cermin tidak pernah bermaksud
menakut-nakuti,

sekadar memberi tahu
bahwa kita sudah sampai
di ruas tertentu.

Ya, ketika galur-galur di wajah kita
tampak tambah tegas.
Apa kamu bilang? Tanda sudah tua?

Tentu saja, tapi apa
hubungannya dengan makam?
Siapa yang berhenti?

Maksudku, siapa yang menyuruhmu
berhenti lekas-lekas?
Dan sekarang kamu malah mau pergi.

Ini kan masih pagi. Benar,
katamu cermin semakin menyakitkan,
suka cerewet dan memeri tahu kita

macam-macam yang sebenarnya
tidak kita pahami benar
tetapi yang membuat kita jengkel

sehingga tidak begitu suka lagi bercermin.
Tapi, apa pula urusannya?
Ini masih pagi, kamu mau ke mana?

  • Quatrain

puisi yang dipelopori oleh Mahsuri S.N. in berisikan empat baris perbaitnya dengan sajak yang bermacam-macam, a-a-a-a , a-b-a-b, a-a-b-b. Untuk lebih memahaminya silahkan perhatikan sajak pada contoh di bawah ini, .

Asal Muasal Pelukan*
Karya: Candra Malik

Tuhan menciptakan manusia
dari tempat persembunyian-Nya
di mana tidak ada siapa pun
melihat-Nya meramu lamun

Dari segenggam sunyi,
dijadikan-Nya segumpal hati.
Dari ramai cuma sekepal,
dicipta-Nya sebongkah akal.

Tetapi Tuhan seperti sengaja
membuat hati tidak sempurna.
Dari dada yang menyimpan kalbu,
direnggut-Nya tulang rusuk satu.

Tuhan menyebut manusia
yang terluka itu sebagai laki-laki
Lalu dari luka itulah wanita
dicipta bagai permata sanubari.

Digegar oleh detak jantung
laki-laki tak kuat menanggung.
Dari sinilah awal mula doa:
“Tuhan, kami ingin bahagia.”

Di mana letak kesabaran,
jika bukan di dalam dada?
Di mana syukur diletakkan,
jika bukan di dalam dada?

Tetapi, dada tak sempurna
sejak satu tulang rusuknya pergi.
Segala yang dilihat dari fana,
hanya kerinduanlah yang abadi.

Tanpa permpuan di sisinya,
laki-laki hanya memeluk udara.
Padahal pun bagi perempuan,
lelaki itu asal muasal pelukan.

Jakarta, Maret 2016

*Sumber: Candra Malik, Asal Muasal Pelukan, hlm 8-9.

 

  • Quint

Terdiri dari 5 baris atau larik setiap baitnya, yang dulunya fokus pada puisi yang bersajak a-a-a-a-a tetapi kini 5 baris dalam satu bait lebih dikenal sebagai quint bukan karena sajaknya. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh di bawah ini;

Tukang Foto Keliling*
Karya: Joko Pinurbo

Cita-citanya tinggal satu: memotret
seorang pujangga yang ia tahu tak pernah suka
diambil gambarnya. Ia ingat bual
seorang peramal: “Kembaranmu akan
berakhir pada paras seorang penyair.”

Demikianlah, dengan tangan gemetar,
ia berhasil mencuri wajah penyair pendiam itu
dengan tustelnya. Ia bahagia, sementara
sang pujangga terpana: “Ini wajahku,
wajahmu, atau wajah kita?”

Tak lama kemudian tukang potert keliling itu
mati. Tubuhnya yang sementara terbujur
di sebuah ruangan yang dindingnya
penuh dengan foto karyanya.
Ada foto penyair. Tapi tak ada foto dirinya.

Kerabatnya bingung. Mereka tidak menemukan
potretnya untuk dipajang di dekat peti matinya.
“Sudah, pakai foto ini saja,” cetus seorang
dari mereka sambil diambilnya foto pujangga.
“Lihat, mirip sekali, nyaris serupa. Ha-Ha-Ha….”

…………………………………………..

(2007)

*Sumber: Joko Pinurbo, Selamat Menunaikan Ibadah Puisi, hlm 157.

 

  • Sextet

Dalam bahasa latin yang artinya 6, Jenis puisi ini biasa disebut “Terzina berganda/ganda dua”. Berbeda dari Terzina, jenis ini mempunyai irama yang bebas. Contohnya sebagai berikut;

 

Tubuh reot kakek tua
Suara nafas yang terhembus
Mata yang tak lagi muda
Tidak pula bisa melihat dunia
Suara hati menunggu sang cucu
Orang tua yang merindu

 

  • Septima

Tidak jauh berbeda dengan Sextet, septima ini tersusun dari 7 baris tiap baitnya dengan rima atau sajak yang bebas. Perhatikan contoh di bawah ini;

Sudah Saatnya
Karya: Joko Pinurbo

Sudah saatnya jam yang rusak diperbaiki.
Kita pergi ke bengkel jam dan kepada pak tua
yang ahli menyembuhkan jam kita meminta,
“Tolong ya betulkan jam pikun ini. Jarumnya
sering maju mundur, bunyinya suka ngawur.”
Semoga tukang bikin betul jam tahu bahwa ia
sedang berurusan dengan penggemar waktu

*

Sudah saatnya kita periksakan mata.
Kepada doter mata kita bertanya,
“Ada apa ya dengan mata saya, kok sering
terbalik: tidak melihat yang kelihatan,
malah melihat yang tak kelihatan?”
Mudah-mudahan dokter mata paham, ya,
memang begitulah jika mata dipejamkan.

………………………………….

(2003)

*Sumber: Ibid, hlm 102.

  • Oktaf/ Stanza

Dikenal sebagai “Dual Quatrain”, jenis ini berisikan 8 baris perbaitnya dengan jenis sajak yang sama a-a-a-a-a-a-a-a, a-a-a-a-b-b-b-b, a-b-a-b-a-b-a-b. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh di bawah ini;

Burung Hitam*
Karya: WS Rendra

Burung hitam manis dari hatiku
Betapa cekatan dan rindu sepi syahdu.
Burung hitam adalah buah pohonan.
Burung hitam di dada adalah bebungaan.
Ia minum pada kali yang disayang
ia tidur di daunan bergoyang.
Ia bukanlah dari duka meski ia burung hitam.
Burung hitam adalah cintaku padamu yang terpendam.

*Sumber: Ibid, hlm 56.

 

  • Soneta

Berbeda dari 8 jenis yang lainnya, yang satu ini sedikit lebih rumit yang merupakan gabungan Dual Quatrain yang biasa di sebut Oktaf sebagai sampiran dan Terzina berganda atau Sextet sebagai isinya. Puisi ini terdiri dari 14 baris dengan jumlah 4 bait yg merupakan Dual Quatrain dan Terzina berganda.

Dengan formasi yang bermacam-macam 4-4-3-3, 4-4-4-2, 1 (nomor mengindikasikan jumlah bait). Jumlah suku kata dalam setiap barisnya berkisar 9-14 suku kata. Peralihan dari oktaf ke sektet disebut volta dan penambahan baris pada soneta disebut koda.

Tetapi setelah beberapa waktu, Soneta tak lagi dikenal dengan aturannya yg rumit tersebut, tetapi lebih fokus pada jumlah barisnya yang 14.

Di Indonesia, soneta masuk dari Negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itu mereka berdualah yang dianggap sebagai Pelopor/Bapak Soneta Indonesia.

Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).

Perhatikan contohnya;

 

 

 

  • Prosa Liris

Prosa liris ini merupakan jenis puisi yang dibuat berbentuk seperti prosa yang berisikan curahan perasaan pengarang secara subyektif dengan irama, irama, majas dan bahasa yang sama seperti puisi.

Prosa liris eksis dalam semua zaman sejak zaman Puisi Lama hingga zaman Puisi Kontemporer saat ini. Al Qur’an selaku Kitab Suci ditulis dengan menggunakan gaya bahasa prosa liris. Dalam zaman Puisi Lama karya prosa liris misalnya Kaba Sabai Nan Aluih  (Tulis St. Sati) dan Hikayat Cindur Mata  (Aman Dt. Majoindo).

Ciri-cirinya adalah prosa liris terdapat dalam kesusastraan baru, dengan ikatan seperti prosa, bukan untuk dibawakan seperti cerita melainkan seperti curahan hati pengarang. Tidak terdapat sajak di dalamnya dengan irama yang selaras dengan perasaan pengarang yang disusun seperti halnya prosa.

contohnya

Soni Farid Maulana

IKAN BAKAR

Kau nafsu benar melihat jasadku dibakar, sehabis kau bilas berulang-ulang dengan bumbu sedap kecap manis. Aroma gurih dagingku membumbung ke luas langit biru, menyebar ke dalam hutan hingga si belang mengaum, sama laparnya dengan dirimu. Kau tampak tak sabar ingin menyantapku. Sebelumnya, kau sucikan jasadku dengan air jeruk nipis. Kau rendam berulang-ulang. “Demi nikmat yang kelak aku santap!” demikian kau bilang, dan kau lupa mengucap bismillah.

Ya. Bahkan kau lupa dengan sakit gula yang kau derita. Bukankah maut sudah mengincar nyawamu sejak dini hari? Kau membisu, dan aku kembali bertanya kepadamu, apa dosaku, hingga jasadku dibelah dua, dan jeroanku kau buang begitu saja ke dalam tong sampah, padahal Tuhan menciptanya dengan ilmu yang tak terjangkau oleh otakmu? Nafsumu membuat lidahmu kian greng ingin menjilat jasadku yang pulen, yang kau bakar dengan selera orang barbar.

Sungguh pertanyaanku hanya didengar oleh riak air kolam dan daun belimbing yang membusuk di dasar lumpur. Hanya keheningan yang mengerti dukaku, juga kilau mata pisau. Dan kau kini sungguh tidak sabar. Di meja makan kau siapkan piring, nasi, sendok, dan garpu. Tak lupa segelas air bening dan tujuh macam obat yang kau beli dari apotek terdekat. “Matang sudah ikan bakarku,” kau bilang sambil menghardik si meong yang menatap wajahmu dengan penuh harap.

Kau tak peduli dengan semua itu, bahkan tak peduli dengan maut yang mengincar nyawamu dalam darahmu yang kian meninggi kadar gulanya. Kau sungguh bebal. “Hhmmm, sedap!” kau bilang, begitu lahap menyantap jasadku. Cahaya matahari ditelan kabut pagi. Daging jasadku kau telan habis tanpa sisa. Tulang-belulangku kau buang ke dalam tong sampah, diincar si meong. Sungguh, aku lebih bahagia disantap si meong, yang tak lupa mengucap bismillah sebelum santap malam.

2010

agar anda bisa membuat puisi kalian lebih imajinatif bagi pendengar tidak ada salahnya untuk membaca konten yang satu ini untuk membantu anda agar lebih kreatif;

BACA INI : menjadi kreatif dalam 30 menit: #1 melejitkan imajinasi

Seperti itulah puisi yang sekarang berkembang di indonesia kawan-kawan, sangat banyak dan tentunya sangat menggugah. Tidak perlu takut untuk berkreasi apalagi untuk membuat puisi sendiri, kamu hanya perlu cobalagiaja.com menemani.

Terima kasih telah menyempatkan waktu kalian untuk membaca konten ini, semoga dengan tulisan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih kepada kalian tentunya untuk referensi kalian dalam berkarya. Salam COBER’s

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: