RANGKUMAN MATERI STRUKTUR LAPISAN BUMI

RANGKUMAN MATERI STRUKTUR LAPISAN BUMI

Rangkuman Materi Struktur Lapisan Bumi –  Bumi adalah salah satu dari milyaran planet yang bergerak di dalam galaksi bima sakti. Dari tata surya kita, Bumi berada pada urutan ke 3 dihitung dari jarak terdekat dari matahari.

Sedikit sejarah mengenai pembentukan bumi, dari awal penciptaan alam semesta, galaksi, tata surya, planet-planet dan benda-benda langit.

4,54 miliar tahun yang lalu bumi terbentuk dengan Maha KuasaNya. Manusia dengan banyaknya teori dari hasil penelitiannya menggambarkan bagaimana alam semesta tercipta sehingga akhirnya membentuk planet bernama bumi. Salah satu dari teori yang terkenal adalah teori BIG BANG, dimana seluruh alam semesta terbentuk dalam satu kali dentuman besar.

Sebuah benda langit yang bermassa besar dengan kepadatan yang tinggi serta penyerapan massa dari debu dan gas. Akibat dari ketidakmampuan untuk menahan tekanan serta reaksi-reaksi yang terjadi dalam BIG BANG tersebut akhirnya menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat yang menghasilkan serpihan-serpihan yang membentuk miliaran galaksi, tata surya, serta benda-benda langit lainnya.

Bumi terdiri atas beberapa lapisan dari atmosfer sampai ke dalam lapisan inti bumi (core). Dengan Jari-jari bumi ±6.371 Km dengan massa 5,97219×1024 kg atau sama dengan 3,0×10-6 massa Matahari.

Lapisan-lapisan pada bumi memiliki karakteristik sendiri, dengan kerapatan, volume, massa dan bermacam-macam unsur di dalamnya.

Kehidupan muncul pada permukaan bumi pada fase miliar tahun pertama. Bumi yang secara perlahan berubah kondisi lapisan-lapisannya dengan waktu yang cukup lama. Dari segala proses kimia dan fisikawi yang berlangsung pada akhirnya memungkinkan untuk makhluk hidup tumbuh dan berkembang di dalamnya termasuk manusia.

Dalam penciptaannya ada beberapa lapisan yang terbentuk sehingga menjadikan bumi layak untuk ditinggali makhluk hidup. Lapisan tersebut diantaranya :

LAPISAN BUMI : ATMOSFER

atmosfer bumi
via pexels.com

Jika anda melihat gambar dari lapisan-lapisan di atas, atmosfer adalah lapisan yang berada paling luar dari planet bumi.

Semakin tinggi anda terbang maka akan semakin kurang pasokan oksigen yang anda temukan. Suhu yang rendah dan juga tekanan yang lebih tinggi akan anda rasakan sehingga akan menyulitkan anda untuk bernafas.

Lapisan yang tersusun dari gas-gas yang sangat banyak dan bermacam-macam ini menyelimuti bumi dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Berdasarkan informasi dari para ahli dalam bidang ini, lapisan atmosfer terbagi dalam 4 lapisan berdasarkan ketinggian dan unsur-unsur yang ada di dalamnya.

 

Troposfer

Lapisan bumi pertama ialah toposfer, lapisan yang berada tepat di atas permukaan bumi tempat kita tinggal saat ini. Lapisan yang diisi oleh udara yang sering kita hirup dan menjadikan kebutuhan makhluk hidup dalam setiap detiknya.

Karakteristik dari troposfer ini sebagai berikut:

  • Penurunan temperatur pada lapisan ini berkisar 0,5 derajat celcius sampai dengan 0,64 derajat celcius untuk setiap ketinggian 100 meter. Sebaliknya, akan naik apablia ketinggiannya semakin rendah.
  • Lapisan troposfer sedikit berbeda di beberapa tempat seperti di daerah kutub yang ketinggiannya mencapai 8 Km sedangkan 16 Km pada bagian ekuator dari bumi serta Lapisan tertinggi bahkan mencapai 20 Km.
  • Dalam lapisan troposfer ada lapisan tropopause, lapisan yang berada di antara troposfer dan stratosfer. Dalam definisinya lapisan tropopause ini adalah titik dimana lapse rate yang sifatnya positif berubah menjadi negatif yang artinya penurunan suhu dari lapisan troposfer berhenti pada titik ini.
  • Troposfer adalah tempat dimana hujan, petir, kelembapan, suhu dan lainnya terjadi.

Troposfer itu sendiri umumnya terdiri dari gas-gas yang termasuk dalam gas poliatomik, dengan densitas dari gas tersebut yang tergolong besar. Diantara yang mendominasi pada bagian ini ialah

  1. Nitrogen sebanyak 78%
  2. Oksigen sebanyak 21%
  3. Hidrogen
  4. Uap air
  5. Karbondioksida
  6. Jejak argon
  7. Asap
  8. Polutan

Dari unsur-unsur tersebutlah troposfer ini terbentuk, beberapa dari gas tersebut adalah produk dari makhluk hidup.

Manfaat dari lapisan troposfer itu sendiri begitu bermanfaat sehingga sangat penting untuk menjaganya tetap bersih dari pencemaran udara.

Stratosfer

Dimulai dari lapisan tropopause dimana lapisan yang menjadi titik sebelum berpindah dari troposfer ke lapisan stratosfer.

Lapisan stratosfer memiliki suhu -57 derajat celcius atau setara dengan -70 derajat farenheit. Tempat dimana angin berhembus kencang dengan pola arus tertentu dan tempat pesawat terbang.

Pada bagian ini terbentuk awan jenis cirrus yang berada di bagian paling tinggi dari stratosfer dan kadang juga terbentuk pada bagian bawah.

Pada bagian tengah stratosfer akan terjadi perubahan pola kenaikan suhu yakni suhu akan bertambah semakin tinggi anda terbang. Hal ini terjadi sebab dari bertambanya konsentrasi dari lapisan ozon yang fungsinya menyerap radiasi dari sinar ultra violet. Hal ini dikarenakan bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra violet.

mesosfer
via pexels.com

Mesosfer

Berikutnya adalah lapisan mesosfer tempat dimana meteor yang jatuh ke bumi biasanya terbakar. Lokasi ketinggian lapisan ini berjarak 25 mil atau setara dengan 40 Km – 85 Km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini ada fase dimana kenaikan suhu tidak terjadi atau mengalami penurunan suhu sebesar -2 ºC hingga -92 ºC dimulai dari bagian atas mesosfer.

Fenomena aurora juga terbentuk pada lapisan ini, akibat dari reaksi ionisasi dari gas yang berkumpul di lapisan mesosfer.

Dalam lapisan mesosfer juga mengalami penurunan konsentrasi ozon yang sangat banyak akibat dari altitude yang mengalami penaikan. Hal ini mengakibatkan sinar UV yang diserap pada lapisan ini sangatlah kecil.

Termosfer

Termosfer merupakan lapisan ke empat dari atmosfer yang ketinggiannya berkisar dari 85 Km hingga 500 Km dari permukaan bumi. Dengan lapisan yang terdiri dari gas dengan kerapatan yang rendah serta suhu yang bisa meningkat hingga 1200 ºC.

Di lapisan ini, reaksi ionisasi partikel terjadi yang manfaatnya bisa menjadi akses untuk gelombang radio merambat.

Eksosfer

Eksosfer merupakan lapisan terluar bumi. Cahaya matahari direfleksikan kembali pada lapisan ini dengan bantuan partikel debu meteoritik.

Ketinggian lapisan eksosfer ini mencapai 1000 Km – 3000 Km. Di dalam eksosfer sendiri sangat banyak atom yang bergerak tidak beraturan sehingga akan banyak atom-atom yang bertabrakan dan bereaksi menghasilakn panas.

Ini merupakan benteng pertahanan pertama bumi dari serangan meteorid atau benda-benda langit lainnya.

 

LAPISAN BUMI : KERAK

lapisan kerak bumi
via meteogernale.it

Kerak bumi atau crush adalah lapisan bumi yang menjadi tempat makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan berkembang biak dan bertumbuh. Lapisan ini diperkirakan memilki ketebalan berkisar dari 5-70 Km.

Adapun penyusun dari lapisan kerak bumi itu sendiri terdiri dari batuan beku, metamorf dan batuan sedimen. Selain dari itu ada juga beberapa jenis gas dan unsur-unsur tertentu yang juga melengkapi kerak bumi seperti Oksigen serta unsur-unsur tanah lainnya seperti :

  • Alumunium 8,1%;
  • Oksigen 46,6%
  • Silikon 27,7%;
  • Besi 5,0%;
  • Kalium 2,6%; dan
  • Magnesium 2,1%
  • Natrium 2,8%;
  • Kalsium 3,6%;

Beberapa dari unsur-unsur ini tidak langsung bisa anda temukan disekitar anda, ada juga beberapa yang menjadi unsur-unsur penyusun bebatuan dan lainnya.

Kalau pada lapisan atmosfer memiliki ragam suhu pada tiap tingkatan, kerak bumi pun demikian. Sekitar 0-1.100 derajat celcius sampai pada lapisan kerak bumi yang berdekatan dengan inti bumi.

Ketebalan pada kerak bumi tidak semuanya sama, oleh karenanya kerak bumi diklasifikasikan dalam dua jenis tergantung pada ketebalannya, diantaranya :

  • Kerak Benua, Kerak bumi dengan ketebalan paling tinggi dibanding jenis yang satunya, dimana ketebalannya bisa mencapai 70 Km dengan ketebalan rata-rata 35 Km. Lapisan granitis adalah sebutan lain dari kerak benua, hal ini disebabkan karena lapisan ini dominan tersusun dari batuan jenis granit.
  • Kerak Samudra, Dari lapisan tebal sampai lapisan yang tipis, kerak samudra adalah yang tertipis. Ketebalannya hanya berkisar 5-15 Km ke bawah. Sebutannya adalah lapisan basaltis, berbeda dengan kerak benua, kerak samudra terdiri dari bebatuan jenis basalt.

Batuan Penyusun Kerak Bumi

Berbicara mengenai bebatuan, granit dan basalt adalah sebagian kecil dari banyaknya batuan yang terbentuk dan tersebar pada lapisan kerak bumi.

Dalam penggolongannya, batuan pada kerak bumi dibedakan atas 3 jenis batuan beku berdasarkan cara pembentukannya. Batuan tersebut adalah :

  • Batuan Sedimen atau Endapan

Berdasarkan penamaannya kita bisa ketahui bahwa batuan ini terbentuk dari hasil pengendapan ataupun akibat proses pelapukan. Jelasnya batu-batu yang lapuk tersebut mengendap dan bertumpuk sehingga menciptakan beberapa lapis dalam kurun waktu yang sangat lama. Dengan jumlah batu yang lapuk, menumpuk dan mengendap tentunya akan menciptakan tekanan sehingga menjadikan lapisan demi lapisan menjadi lebih padat.

Yang pada Umumnya batuan sedimen ini tersusun bebatuan kecil, pasir, dan jenis batu lainnya.

  • Batuan Metamorf atau Malihan

Setelah batuan sedimen terbentuk adapaun batuan metamorf terbentuk dari batuan sedimen yang dipicu oleh perubahan suhu, tekanan, serta ekosistem dari lingkungan tempat batuan berada. Melihat bahwa bumi mempunyai pembagian zona tropis, subtropis, serta kutub yang tentunya mempengaruhi suhu dan tekanan pada daerah tersebut.

Hal ini menjadikan batuan sedimen tadi berubah menjadi batuan metamorf sesuai dengan kondisi masing-masing.

Adapun perubahan menjadi batuan metamorf digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan proses perubahannya, sebagai berikut:

Metamorf termal

Batuan metamorf yang terbentuk akibat berinteraksi dengan magma dikarenakan lokasinya yang berada dekat dengan gunung berapi. Contohnya seperti batu gamping dan batu marmer.

Metamorf dinamo-termal

Batuan yang terbentuk akibat pengaruh tekanan tektonik pada kulit bumi yang terjadi pada bagian permukaan saja yang disertai dengan suhu yang tinggi pula. Sehingga menjadikan batuan ini berubah bentuk menjadi batuan amfibolit.

Metamorf kataklastik

Terbentuknya batuan ini akibat dari pengaruh tekanan yang besar sehingga berubah menjadi batu filit.

 

  • Batuan Beku

Batuan dari kerak bumi yang terbentuk dari hasil pembekuan cairan magma saat keluar menuju permukaan bumi. Dari pembentukannya batuan jenis ini digolongkan dalam 3 golongan batuan beku berdasarkan kecepatan pembekuan magma saat muncul ke permukaan bumi. Diantara golongan tersebut adalah sebagai berikut:

Batuan beku dalam

Batuan yang membeku pada kulit bumi dan membentuk sebuah kristal seperti batu granit.

Batuan Beku Luar

Adapun batuan beku luar, yakni batuan yang proses pembekuannya sedikit lambat dari batuan beku dalam, sehingga batu tersebut membeku di luar kulit bumi dan membentuk kristal-kristal kecil. Contohnya seperti batu apung

Batuan Korok

Proses pembekuan cairan magma yang cepat pada gorong-gorong atau korok dan membentuk batuan semacam fosfir maka disebutlah batuan korok.

LAPISAN BUMI : MANTEL BUMI

lapisan bumi : mantel bumi
via engadget.com

Setelah kerak bumi, kita menyelam lebih dalam lagi ke dalam lapisan ketiga yakni mantel bumi. Mantel bumi memiliki ketebalan 2900 Km dengan suhu yang panasnya mencapai 3000ºC.

Lapisan bumi yang satu ini mengandung banyak unsur seperti aluminium, besi, kalium, magnesium, silikon serta oksigen.

Adapun pembagian mantel bumi dibagi menjadi dua bagian :

  • Mantel Bumi Bagian Atas

Merupakan lapisan yang lokasinya paling dekat dengan kerak bumi atau setelah kerak bumi. Ketebalan atau kedalaman dari mantel bumi bagian atas ini berkisar 400 Km. Selain punya struktur yang tebal, lapisan ini bersifat semiplastis.

Hal ini diakibatkan oleh tekanan dan suhu pada lapisan ini berada dalam fase kesetimbangan yang menjadikan strukturnya menjadi lebih elastis.

  • Mantel Bumi Bagian Bawah

Lapisan yang menghubungkan dengan inti bumi dengan ketebalan atau kedalamannya mencapai 2.900 Km. Dengan suhu semakin kedalam semakin panas di bagian terbawah dari mantel bumi bisa mencapai 3.000 ºC.

LAPISAN BUMI : INTI LUAR (OUTER CORE)

lapisan inti bumi
pic by wonderopolis

Setelah melewati mantel bumi dengan kedalaman mencapai 3.000 Km, selanjutnya masuk pada inti bumi bagian dalam dengan ketebalan mencapai 2.000 Km dengan kepadatan yang sangat tinggi dengan suhu yang 2.000 ºC.

Dalam lapisan ini pula terdapat medan magnet yang sangat kuat akibat dari rotasi bumi serta proses-proses lain yang membantu pembentukannya.

Inilah yang digunakan para peneliti dalam kompas magnetik untuk menunjukkan arah.

 

LAPISAN BUMI : INTI DALAM (INNER CORE)

Lapisan terdalam bumi atau inti bumi bagian dalam dengan kedalaman mencapai 5.200 Km dari mantel bumi. Diameter yang mencapai 2.700 Km dan suhunya yang sangat panas bisa mencapai 4.500ºC atau bahkan lebih panas dari itu.

Menurut para ahli geofisika, pada lapisan bumi bagian ini, materialnya hampir serupa dengan logam meteorit yang tersusun dari berbagai macam unsur seperti besi dan nikel serta unsur lainnya.

struktur lapisan bumi
pic via geologinesia

Adanya persamaan unsur dengan logam meteorit menjelaskan bahwa pada bagian dalam inti bumi ada campuran dari unsur Ni-Fe dengan didominasi oleh unsur Fe sebagai unsur utama penyusun inti.

Berdasarkan data gelombang getar menampakkan inti bumi bagian luar memiliki kandungan 5-15 % beberapa unsur seperti Hidrogen, Neon, Carbon, Oksigen, Sulfur serta Silikon (Brett, 1976 dalam condie, 1982).

Berdasarkan data ini ditemukan adanya kesamaan dengan unsur penyusun logam meteorit yang akhirnya menjadi acuan hingga saat ini tentang unsur yang terkandung dalam inti bumi.

 

Demikianlah rangkuman singkat tentang lapisan-lapisan bumi semoga bisa menambah pengetahuan anda dan menambah kecintaan anda terhadap bumi tercinta.

Terus kunjungi situs ini agar hari-harimu jadi lebih produktif , kreatif dan inovatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: