√MAU SEHAT? KENALI DULU SISTEM IMUN DALAM TUBUH

√MAU SEHAT? KENALI DULU SISTEM IMUN DALAM TUBUH

Sistem Imun – Ketika kita terkena penyakit, menandakan bahwa ada sesuatu pada tubuh kita yang sedang tidak bekerja dengan baik.

Berbicara mengenai sistem imun, salah satu bagian dari sistem dalam tubuh kita yang menjadi pelindung bagi tubuh.

Pelindung dari berbagai penyakit yang berasal dari bakteri, kondisi tubuh, virus dan faktor lain yang menyebabkan badan kita mudah sakit.

Dalam kehidupan kita, sering kita temui banyak orang yang memiliki tingkat imunitas yang rendah yang menyebabkan mudahnya terkena penyakit. Terlebih lagi virus dan bakteri yang juga mulai berevolusi sehingga mampu menembus pertahanan tubuh yang rentan.

Menjaga kesehatan sangatlah penting, terutama bagi para karyawan, pebisnis, wanita karir, mahasiswa, atau semua orang ini butuh akan kesehatan. Bagaimana tidak, jika tubuh kita tidak sehat, setiap aktivitas kita bisa terganggu.

Pernahkah kalian merasakan sakit? seperti kehilangan kenikmatan dalam mengkonsumsi makanan, setipa makanan terasa hambar.

atau badan terasa tidak nyaman, pegal, lelah, terlalu banyak tekanan, serta tubuh seperti tidak sanggup menahan beban tubuh itu sendiri.

Tentunya hal ini sangatlah tidak nyaman apalagi bagi kalian yang punya aktivitas yang padat serta jadwal yang tertata rapih. Ketika Anda sakit semua jadwal yang telah disusun secara rapih bisa jadi berantakan dan tidak sesuai.

Intinya tidak ada orang yang ingin terkena penyakit bahkan orang gila sekalipun.

Demikianlah yang terjadi apabila sistem imun kita tidak dijaga dengan baik. Tentunya untuk menjaga sesuatu agar tetap pada porsinya, butuh ilmu mengenai hal terkait bukan.

Oleh karena itu, kenali apa itu sistem imun, kenali bagaimana mekanisme kerja dari sistem imun, pantangannya, semua hal mengenai sistem imun. Seperti kata pepatah

Tak kenal maka tak sayang

Ini bukan hanya tugas untuk anak SMP, SMA, atau Mahasiswa saja, ini untuk semua orang.

Karena kesehatan adalah hak seluruh manusia, maka kewajiban setiap manusia untuk menjaganya, mengontrolnya agar tetap normal seperti mana mestinya.

Di bawah ini akan menerangkan bagaimana sebenarnya mekanisme dari sistem imun itu sendiri.

SISTEM IMUN : Pengertian Sistem Imun

Sistem Imunitas atau sistem kekebalan tubuh merupakan sistem yang ada pada setiap organisme sebagai pelindung dari bahaya yang bersifat biologis dari luar.

Dengan mengidentifikasi serta melenyapkan dan membunuh patogen dan sel tumor serta melindungi dari bakteri yang berbahaya bagi tubuh.

Dalam perkembangannya, pada tahun 1546 imunologi atau ilmu yang membahas tentang imun merupakan cabang dari ilmu mikrobiologi.

Seorang tokoh bernama Girolamo Fracastoro dengan teori kontagion menjabarkan sistem yang menjaga infeksi dari luar atau yang kita sebut imunitas saat ini.

Selanjutnya ilmu mengenai imunitas ini terus dikembangkan pada tahun 1798 oleh Edwar Jenner dalam penelitiannya mengenai kekebalan tubuh terhadap infeksi penyakit rabies dan cacar.

Dimana ini menjadi awal mula penggunaan vaksin, dan juga teori mengenai kuman dikemukakan oleh beliau.

Dan selanjutnya terus dikembangkan dari Robert Koch (1880), Alexander Yersin dan Roux (1890),

Metchnikoff (1833), yang mengungkapkan mengenai pertahanan tubuh tidak saja diperankan oleh faktor humoral, tetapi leukosit juga berperan dalam pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi.

Yang dimana itu merupakan unsur dari sistem imunitas itu sendiri.

Sampai sekarang ilmu mengenai sistem imunitas terus dikembangkan.

 

SISTEM IMUN : FUNGSINYA

Setiap anggota badan punya fungsi tersendiri, begitupun sistem yang mengatur setiap kinerja dalam tubuh suatu organisme.

Mulai dari sistem saraf, sistem respirasi, sistem imun, dan sistem-sistem lain yang juga berperan dalam membantu kerja tubuh. Dalam hal ini fungsi dari sistem imun itu sendiri.

Adapun fungsi dari sistem imunitas pada tubuh organisme, salah satunya pada tubuh manusia adalah sebagai berikut:

MENJADI TAMENG BAGI TUBUH DARI PENYAKIT

Sebagai sistem kekebalan tubuh, menjadi penghalau atau mempertahankan tubuh dari serangan bakteri, virus, dan ancaman biologis lainnya adalah kegunaan yang utama dari sistem ini.

Baik itu penyakit yang menular ataupun tidak, memilah bakteri yang baik bagi tubuh atau tidak.

MENJAGA KESEIMBANGAN HOMOESTASIS TUBUH

Keseimbangan homoestasis ialah keseimbangan ideal pada tubuh yang memiliki fungsi untuk mencukupi kebutuhan tubuh dengan cara interaksi terhadap seluruh mekanisme sistem yang bekerja pada tubuh.

Hal ini merupakan fungsi sistem imun tubuh ketika bekerja dengan baik dalam menjaga keseimbangan homoestasis pada tubuh, agar dapat beraktivitas dengan baik.

MEMPERBAIKI KERUSAKAN PADA JARINGAN

Fungsi selanjutnya yang tidak kalah penting dari sistem imun itu sendiri ialah untuk memperbaiki, mengeliminasi, mengontrol jaringan sel yang rusak atau mati pada tubuh.

Hal ini bertujuan agar sel baru bisa menggantikan sel yang telah mati ataupun rusak yang menjadi penghambat dalam sistem jaringan.

SISTEM IMUN : PEMBAGIAN PERTAHANAN

Dalam sistem imunitas itu sendiri digolongkan dalam 2 jenis berdasarkan mekanisme pertahanannya secara spesifik atau non spesifik.

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan di bawah ini :

PERTAHANAN SECARA SPESIFIK

Sistem pertahanan imun jenis ini ialah sistem yang cukup peka terhadap kehadiran patogen tertentu yang masuk ke dalam badan manusia setelah melalui sistem pertahanan imun yang non spesifik.

Adapula ciri-ciri dari sistem ini diantaranya:

  • Bertindak sangat selektif terhadap unsur-unsur yang berasal dari luar tubuh
  • Infeksi yang telah memasuki tubuh sebelumnya dapat diingat dan diantisipasi kembali
  • Reaksi sistem pada tiap benda luar berbeda-beda tergantung pada unsur yang dibawa.
  • Pertahanan ini mengikutsertakan peranan antibodi dan proses pembentukan sel didalamnya.

LIMFOSIT

adalah salah satu bagian pada sistem pertahanan spesifik ini yang cukup penting dalam prosesnya.

Limfosit itu sendiri terdiri dari 2 jenis, yang pertam limfosit T ( sel T ) dan limfosit B ( sel B ).

Dari kedua sel ini terdapat perbedaan berdasarkan tempat terjadinya proses pembentukan dan pematangannya.

Sel B kedua prosesnya terjadi pada sumsung tulang belakang, sedangkan Sel T proses pematangannya berada pada kelenjar timus dan pembentukannya di sumsum tulang belakang.

Kegunaan dari Sel B sebagai penyusun antibodi memiliki 3 macam yakni :

  • Sel B sebagai pembentuk awalMerupakan sel yang fungsinya membentuk sel B pengingat dan juga sel B plasma.
  • Sel B Pengingatsel B fungsinya memilah dan mengingat antigen atau patogen yang sudah pernah masuk ke tubuh dan menstimulasi sel B plasma untuk mencegah infeksi berulang dari unsur yang sama.
  • Sel B plasmaSel B plasma memiliki fungsi dalam pembentukan antibodi untuk menghalau unsur asing atau sama yang masuk ke dalam tubuh.

Sedangkan sel T memiliki pera dalam membentuk sistem kekebalan seluler dan memproduksi antibodi.

  • Sel T supersorJenis Sel T yang tugasnya menghentikan serta menurunkan responsifitas sistem imun dengna mngurangi aktivitas Sel T Pembunuh dan menurunkan antibodi.
  • Sel T PembunuhSel T yang fungsinya menyerang patogen yang telah masuk ke dalam tubuh, sel tubuh, serta sel kanker yang telah terinfeksi bakteri.
  • Sel T PembantuSedangkan Sel T bertugas dalam menstimulasi pembentukan Sel T dan Sel B.

ANTIBODI

Immunoglobulin nama lain dari antibodi merupakan sistem pertahanan terbentuk saat didapati antigen masuk pada tubuh seringkali disebut serum dari antigen.

Antigen itu sendiri salah satu jenis patogen yang membahayakan apabila tidak dicegah untuk masuk ke dalam tubuh.

Senyawa kimia ini merupakan protein yang biasanya ditemukan pada sel kanker atau sel asing yang masuk.

Antibodi bekerja langsung dengan mengikat antigen lalu diproses oleh makrofag untuk dihancurkan.

Cara kerja dari antibodi adalah dengan mengikat langsung antigen tersebut, lalu akan diproses lebih lanjut oleh makrofag untuk dihancurkan.

Karena antibodi menyerang penyakit secara spesifik, maka diperlukan banyak antibodi untuk melindungi tubuh dari serangan tersebut.

Antibodi terbentuk dari 2 gugus rantai polpeptida yakni 2 rantai ringan dan 2 rantai berat. Setiap rantai tersebut akan saling berhubungan satu dengan yang lainnya untuk membentuk kromosom Y.

Dimana tangan-tangan pada kromosom ini berfungsi sebagai tempat pengikat.

Ini artinya sistem pertahanan imun yang satu ini bekerja melindungi tubuh secara random dan tidak spesifik pada satu penyakit atau patogen.

Tidak membedakan secara jelas mikroba patogen satu dengan yang lainnya.

Ciri-ciri sistem ini diantara lain :

  • Bertindak tidak terlalu selektif terhadap patogen yang masuk
  • Tidak mampu mengidentifikasi infeksi yang telah masuk sebelumnya.
  • Eksposurnya menjadikan respon yang maksimal
  • Memiliki komponen yang khusus mampu menangkal radikal bebas

Dalam sistem pertahanan spesifik ini terbagi atas 4 jenis pertahanan, secara fisik, mekanis, biologi, serta kimiawi. Simak penjelasan di bawah ini :

  • Pertahanan Fisik

Adalah jenis pertahanan yang berada di luar tubuh seperti membran moksa dan kulit yang berfungsi sebagai benteng pertama dalam mencegah patogen masuk ke dalam tubuh.

Kulit itu sendiri terbentuk atas banyak sel yang sangat rapa yang akan menyulitkan patogen untuk menembus dan masuk ke dalam tubuh.

Ada juga keratin serta sedikit air pada kulit yang akan menghambat pertumbuhan serta berkembangbiaknya suatu mikroba.

Membran mukosa bisa ditemukan pada saluran tubuh utama seperti pada sistem pencernaan, pernafasan dan kelamin pada manusia.

Tugas membran ini ialah menjadi lapisan pertahanan kedua yang menghalau patogen sehingga tidak memasuki tubuh.

  • Pertahanan Mekanis

Berada pada bagian hidung dan trakea, pada rambut dan silia.

Rambut halus pada hidung berfungsi dalam menyaring udara yang masuk ke dalam tubuh melalui hidung.

Sedangkan silia berfungsi tepat menangkap kotoran ataupun partikel berbahaya yang masuk bersama udara yang memudahkan kita untuk mengeluarkannya.

  • Pertahanan Kimiawi

Berdasarkan pertahanan kimiawi membran mokasa serta kulit yang menghasilkan sekret.

Zat sekret itu sendiri tersusun oleh senyawa kimia yang mampu menghalangi pertumbuhan serta perkembangan mikroba.

Keringat zat hasil sekresi yang mampu menghambat perkembangan mikroorganisme pada kulit yang memiliki pH 3-5 bersifat asam.

Selanjutnya air liur , air mata sekresi senyawa mukosa yang memiliki enzim lisozim yang berfungsi menghabisi bakteri dengan menghidrolisis dinding selnya hingga bakteri mati.

  • Pertahanan Biologis

Menggunakan bakteri baik yang menempati kulit sebagai pertahanan tubuh. Hal ini berfungsi untuk menghalangi bakteri patogen untuk masuk dan memperoleh nutrisi dari tubuh.

PENYAKIT YANG TIMBUL DARI KERUSAKAN SISTEM IMUN

Adapun penyakit yang seringkali muncul akibat sistem imunitas tubuh yang tidak bekerja dengan baik, diantara lain :

  • Lupus

Eritematosus sistemik atau lupus, terjadi akibat dari menempelnya hasil dari pembentukan antibodi pada jaringan yang terdapat dalam tubuh.

Jaringan yang umumnya mudah terkena penyakit ini ialah ginjal, sel darah, saraf, kulit, sendi, dan paru-paru.

Gejalanya rambut mengalami kerontokan demam, turun berat badan, terdapat ruam, nyeri atau bengkak pada otot sendi, sakit dada, kejang serta sensitif terhadap sinar matahari.

  • Rematik

Penyakit yang sering diderita orang tua yakni rematik atau radang sendi.

Penyakit autoimun yang menyerang pada sendi.

Ini diakibatkan karena menempelnya antibodi pada lapisan sendi yang merupakan produk dari sistem imun dan akhirnya diserang oleh sistem imun itu sendiri hingga menyebabkan radang, bengkak dan nyeri.

Apabila dibiarkan akan menjadikan penyakit ini permanen secara bertahap.

  • Psoriasis

Adalah penyakit yang menjangkiti kulit yang menyebabkan pertumbuhan kulit lebih cepat sehingga terjadi penumpukan pada permukaan kulit.

Efeknya kulit menjadi kemerah-merahan, tebal, bersisik, serta terlihat ada bercak-bercak putih perak, serta gatal dan nyeri pada kulit.

  • Sklerosis ganda

Ialah penyakit pada sistem imun yang menjangkiti lapisan pelindung sekitaran sistem saraf. Akibatnya akan terjadi kerusakan yang berpengaruh pada otak serta sumsum tulang belakang.

Gejala dari penyakit ini ialah butanya mata, otak tidak dapat berkoordinasi dengan baik, lumpuh, otot tegang, mati rasa serta lemah.

Hal ini berbeda-beda bergantung pada kondisi orang yang terkena penyakit ini.

Demikianlah sedikit penjabaran mengenai sistem imun, semoga bertambah ilmu kita tentang hal tersebut sehingga kita bisa menjaga kesehatan dengan baik.

Jangan lupa untuk terus kunjungi situs ini agar harimu lebih berarti, lebih produktif, kreatif, dan inovatif.

Jika kamu gagal satu kali, lantas “coba lagi aja”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: