√SIFAT DAN TATA CARA SHOLAT NABI DALAM 4 MADZHAB

√SIFAT DAN TATA CARA SHOLAT NABI DALAM 4 MADZHAB

Tata Cara Sholat – Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh, semoga Allah merahmati dan memberkati setiap detik nafas dan perbuatan kita di dunia. Salam dan sholawat kita kirimkan kepada junjungan seluruh alam, Nabiullah Muhammad SAW.

Nabi Muhammad yang telah diutus kemuka bumi ini sebagai rahmatan lil ‘alamin ,rahmat bagi seluruh alam. Menjadi suri tauladan dalam berakhlak kepada sesama manusia, kepada makhluk hidup dan kepada Sang Pencipta.

Dalam perjalanan hidupnya menyampaikan risalah menemukan banyak rintangan serta kesulitan, tetapi dengan akhlaknya yang mulia beliau tetap sabar dan tawakkal.

Dimana sifat beliau yang penuh kasih sayang menjadi sebuah panutan bagi seluruh umat manusia. Bahkan menjadi hal yang sangat dikagumi oleh para penduduk langit.

Sudah sepatutnya kita sebagai umat muslim untuk senantiasa menjadikan Rosulullah teladan dalam setiap perbuatan kita, sebagaimana islam telah diturunkan dengan sempurna.

Adapun Islam adalah agama yang membahas seluruh elemen kehidupan tidak hanya pada masalah ibadah, tata cara sholat dan sebagainya. Melainkan membahas banyak hal seperti adab, tauhid, ekonomi, politik, sosial dan banyak lagi bahasan yang lain.

Yang kesemuanya ini memiliki urutan pembelajaran. Dengan adanya urutan tersebut tidak menjadikan salah dalam memahami karena hakikatnya ada kesinambungan dalam setiap topik pembahasan dalam islam.

Tentunya kita tau bahwa belajar adalah sebuah kata kerja, pekerjaan. Itu berarti ada syarat dan tata cara dalam belajar.

Dalam belajar dibutuhkan guru, adapun bacaan-bacaan buku ini hanyalah sekedar alat untuk belajar. Sebagaimana diterangkan dalam hadits

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Artinya : ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)

Artinya mencari ilmu adalah sebuah kewajiban. Seperti yang digaris bawahi bahwa yang diwajibkan adalah mencari, bukan memahami. Karena sejatinya pemahaman akan ilmu itu berasal dari Allah.

Maka tujuan dalam belajar itu sendiri ialah untuk mencapai Ridho Allah. Sehingga apabila Allah telah Ridho maka Allah turunkan pemahaman terhadap ilmu yang kita pelajari.

PERIHAL SHOLAT

Ketika kita tau cara belajar tersebut, maka selanjutnya adalah topik, atau apa yang akan anda pelajari. Dalam hal ini tata cara sholat.

Apakah sholat kita sudah sesuai dengan tuntunan nabi atau belum?

Apakah ada yang salah dengan sifat sholat kita?

kita perlu mengetahui kesemuanya ini agar sholat yang kita laksanakan tidaklah sia-sia. Terbayang semua sholat kita yang selama ini kita telah kerjakan, ternyata punya banyak kesalahan serta karena tidak hati-hati ada hal yang terlupakan.

Beberapa hal yang sebenarnya menjadi syarat dan rukun sholat yang harus kita penuhi.

Oleh karenanya carilah guru untuk menjelaskan anda beberapa yang kurang jelas dari artikel ini maupun dari beberapa buku, walaupun kurang jelas tetaplah mencari guru untuk belajar kepadanya.

Guru yang punya ilmu yang tepat dan murni tentunya.

Di bawah ini Insya Allah akan diterangkan tata cara sholat menurut 4 Imam Madzhab yang Insya Allah sanad keilmuannya sampai pada Rosulullah.

PENGERTIAN SHOLAT

Sebelum melangkah jauh, kita harus pahami terlebih dahulu apa sholat itu sendiri.

Secara etimologi sholat bermakna do’a ,

Menurut istilah, sholat ialah ibadah yang ditujukan kepada Allah yang terdiri dari perbuatan serta perkataan tertentu yang diawali dengan takbiratul ihram dan berakhir dengan salam.

Adapun dalil yang mewajibkan atas umat muslim ini melaksanakan sholat seperti di bawah ini:

Di dalam Al-Qur’an Allah berfirman :
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang Kamu usahakan bagi dirimu, tentu Kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang Kamu kerjakan. (Surah Al-Baqarah Ayat 110)
Hadits ‘Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللهُ عَلَى الْعِبَادِ، فَمَنْ جَاءَ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ، كَانَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدًا يُدْخِلُهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدٌ، إِنْ شاَءَ عَذَّبَهُ، وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ
“Shalat lima waktu Allah wajibkan atas hamba-hamba-Nya. Siapa yang mengerjakannya tanpa menyia-nyiakan di antara kelima shalat tersebut karena meremehkan keberadaannya maka ia mendapatkan janji dari sisi Allah untuk Allah masukkan ke surga. Namun siapa yang tidak mengerjakannya maka tidak ada baginya janji dari sisi Allah, jika Allah menghendaki Allah akan mengadzabnya, dan jika Allah menghendaki maka Allah akan mengampuninya.” (HR. Abu Dawud no. 1420 dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud)
Hadits Buraidah ibnul Hushaib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهُ فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkan shalat berarti ia kafir.” (HR. Ahmad 5/346, At-Tirmidzi no. 2621, Ibnu Majah no. 1079 dan selainnya. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 574 dan juga dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib hal. 299) [Lihat Tharhut Tatsrib, 1/323]

SYARAT SAHNYA SHOLAT

Sebelum melaksanakan sholat pastikan anda mengetahui syarat-syarat sahnya sholat, agar sholat yang anda lakukan tidaklah sia-sia.

Adapun orang-orang yang diwajibkan atasnya sholat ialah:

  • Beragama Islam
  • Telah sampai masa Baligh/Pubertas
  • Berakal/ Tidak gila.

Sesuai dengan pengertiannya syarat sah, artinya apabila ada yang tidak terpenuhi maka sholatntya tidak sah.

Tetapi bukan berarti tidak bisa untuk sholat. Seperti halnya anak-anak muslim yang belum baligh, salah satu syarat belum terpenuhi. Tetapi, tujuan para orang tua untuk mengikutkan anaknya ketika sholat ialah pendidikan.

Bagaimana mendidik anak untuk sholat dengan baik dan benar sampai nantinya anak tersebut memenuhi syarat untuk wajib sholat. Tentunya apapun yang telah dilakukan ini tidaklah sia-sia.

SYARAT SAHNYA SHALAT

Beda halnya dengan syarat wajib sholat, ini merupakan tingkat lanjut ketika kita telah diwajibkan untuk sholat maka selanjutnya syarat untuk diterimanya sholat kita.

Apabila ada syarat sholat yang tidak kita penuhi maka tentu sholat kita itu sendiri tidaklah sah. Maka, perlulah harus berhati-hati dalam masalah ibadah karena sangat sensitif, dan jangan menjadikan ini sebagai beban dan anggap sebagai pelajaran.

Karena sejatinya kita terus belajar dari waktu ke waktu apapun itu.

Berikut syarat sahnya sholat:

  • Pastikan diri suci dari hadats besar dan kecil
  • Badan, tempat, pakaian yang suci dari najis
  • Menurupi aurat
  • Menghadap qiblat
  • Masuk waktu untuk sholat
  • Mengetahui bahwa sholat yang dilaksanakan adalah fardhu
  • Tidak meniatkan sholat fardhu sebagai sunnah
  • Menghindari hal-hal yang membatalkan shalat

Perlu anda lebih berhati-hati terhadap najis dan hadats, apabila kamu masih belum mengerti bagaimana menghilangkan hadats dan najis.

Perbedaan antara hadats dan najis adalah pada sifatnya. Hadats ini ialah yang hanya bisa dibersihkan dengan mandi wajib, sedangkan najis bisa dibersihkan dengan air dan sabun.

TATA CARA SHOLAT MENURUT 4 IMAM MADZHAB

Dalam tata cara sholat, beberapa ulama besar seperti Imam Maliki, Hanafi, Hambali, dan Syafi’i, memiliki beberapa perbedaan dalam menyikapi cara sholat. Tentunya tidak sembarangan dalam menentukan hal tersebut.

Para ulama terdahulu, dalam mengambil keputusan punya cara tersendiri, mereka berijtihad sesuai dengan tuntunan rosul ketika dihadapkan pada sebuah pilihan. Jadi tidak sembarangan memilih dan memahami sesuatu secara cepat.

Tentunya mereka memiliki ilmu dan amalan yang sudah mumpuni untuk menghukumi suatu hal. Baik dari ilmu fiqihnya, ilmu tentang bahasa, mengenai sejarah dan asbabun nudzul, pengetahuan mengenai kebiasaan-kebiasaan yang telah ada sejak jaman Rosulullah dan diamalkan anak cucu para sahabat dan para anbiya’.

Secara jelasnya ada 16 fan ilmu, cabang ilmu yang harus di pahami oleh seseorang lalu bisa menghukumi suatu hal apakah ini halal atau haram.

Dalam hal tata cara sholat ini, 4 Imam ini memilki ijtihad tersendiri, Berikut adalah cara sholat menurut beliau-beliau :

TATA CARA SHOLAT : IMAM HANAFI (699-767 M)

 

Menurut pandagan Abu Hanifah Al-Nu’man bin Thabit bin Zuta bin Marzuban atau yang biasa disebut Imam Hanafi  bahwa tata cara sholat ada 6 berdasarkan keilmuannya.

Adapun sanad keilmuwan dari Imam Hanafi ketika ditanya oleh Abu Ja’far Amirul Mukminin

Abu Ja’far : Wahai Abu Hanifah, dari siapa engkau mengambil ilmu?

Abu Hanifah : dari Hammad, ia dari Ibrahim An Nakha’i, ia dari Umar Ibn Al-Khaththab, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud, dan Ibnu Abbas.

Abu Ja’far : Wah..wah…engkau telah mencukupi wahai Abu Hanifah

(Diambil dari kitab Husn At Taqadhi)

Insya Allah ilmunya sampai kepada Rosulullah.

Berikut rukun sholat menurut pandangan beliau :

  1. Takbiratul Ihram dengan mengucapkan Allahu Akbar atau dengan kata yang sama artinya seperti Allahu Ajall ( Allah yang Maha Mulia ) atau kata lain yang sama maknanya.
  2. Membaca Al-Fatihah wajib hanya pada 2 rakaat awal dan pada rakaat ke 3 dan 4 boleh diganti dengan tasbih atau diam. Boleh tidak membaca basmalah karena bukan termasuk dari surah Al-Fatihah.
  3. Rukuk, dan dalam rukunya disunnahkan membaca

          سُبْحَانَ رَبي العَظِيْمِ

  4. Sujud dengan anggota yang wajib tersentuh adalah dahi, sedangkan telapak tangan, ibu jari kaki hukumnya sunnah
  5. Duduk Tahiyyat, lalu tahiyyat dengan mengucapkan lafadz :

          التَحِياتُ لله وَالصلَوَاتُ وَالطَيِبَاتُ وَالسَلامُ, عَلَيْكَ اَيُهَا النَبِي وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه, السَلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِيْنَ, اَشْهَدُ اَنْ لا الَهَ اِلا الله, وَاَشْهَدُ اَن مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

  6.  Setelah Tahiyyat akhir, lalu  mengucapkan salam dengan lafadz seperti di bawah:

          السَلامُ عَليْكُمْ وَ رَحْمَة الله

TATA CARA SHOLAT : IMAM MALIKI (712-795 M)

Berbeda dari Imam Hanafi, Imam Malik dikatakan oleh Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki

“Ketahuilah bahwa bangunan fiqih Imam (yakni Malik) dalam Muwaththa’-nya dibangun atas hadits-hadits-musnad atau mursal.

Kemudian perkara-perkara yang dihukumi oleh Al Faruq (Umar) Radhiyallahu ‘anhu karena mayoritas pendapatnya sesuai dengan wahyu.

Kemudian (berpijak) di atas amalan Ibnu Umar karena para sahabat senior bersaksi atas konistensi dan kelebihannya dalam mengikuti atsar”.

Lalu berdasarkan sanadnya kepada Ibnu umar dikatakan cukup masyhur, Yakni Malik dari Nafi’ dari Ibnu umar, yang mempunyai julukan  as silsilah adz dzhabaiyah (rantai emas).

Terdapat dalam kitab Anwar Al Masalik ila Riwayat Muwaththa’ Malik hal. 12

Oleh karena itu ilmu beliaupun bisa kita jadikan acuan Insya Allah karena sanadnya yang sampai pada sahabat dan Rosulullah SAW.

Mengenai tata cara sholat imam malik berpendapat bahwa

Secara umum perkara yang mampu membatalkan sholat diantaranya yakni:

  • Takbiratul ihram wajib dengan Allahu Akbar.
  • Al-Fatihah wajib setiap rakaat. Basmalah bukan termasuk bagian dari surah, bahkan disunnahkan untuk ditinggalkan. Qunut hanya ada pada shalat subuh. Disunnahkan untuk tidak sedekap.
  • Saat rukuk disunnahkan membacaسُبْحَانَ رَبي العَظِيْمِ
  • Saat sujud yang wajib menyentuh/menempel hanyalah dahi, sedangkan dua telapak tangan, dua lutut, ibu jari kaki hanyalah sunnah.
  • Tahiyyatul awal atau akhir.التَحِيَاتُ لله الزَاكِيَاتُ لله الطَيِبَاتُ لله الصَلَوَاتُ لله, السَلامُ عَلَيْكَ اَيُهَا النَبِي وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه,
    السَلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِيْنَ, اَشْهَدُ اَنْ لا الَهَ اِلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَه, وَاَشْهَدُ اَن مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
  • Salam setelah tahiyyat akhirالسَلامُ عَليْكُمْ وَ رَحْمَة الله

TATA CARA SHOLAT : IMAM AS-SYAFI’I

Beralih ke Imam As-Syafi’i yang juga merupakan salah satu murid dari Imam Maliki pada masanya. Berdasarkan sanad keilmuan Imam Maliki begitu pula akan tersambung pada Imam As-Syafi’i

Imam As-Syafi’i sendiri memiliki beberapa sanad keilmuan berdasarkan ilmu yang didapatkan, dalam hal ini terbagi dua, berdasarkan sanad fiqih dan sanad yang khusus pada sholatnya. Di bawah ini adalah sebagaimana tertuliskan sanadnya :

Sanad Ilmu Fiqih Imam As-Syafi’i

Berdasarkan informasi lain, dari Al-Allamah mengatakan bahwa sanad fiqih Imam As-Syafi’i dari Muslim bin Khalid Az-Zanju, dari Ibnu Juraij, Dari Atha’ bin Abi Rabah, dari Ibnu Abbas dari Rosulullah SAW. dari Kitab Hasyiyatani Al Qalyubi wa Amirah, 9/1.

Ada pula dari Al Allamah Mafudz At Tarmasi menuliskan sanad ilmu fiqih Imam As Syafi’i melewati jalur jalur Imam Malik dari Nafi’ dari Ibnu Umar dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sedangkan sanad fiqih Syeikh Mahfudz sendiri bersambung hingga Imam As Syafi’i. Melalui Syeikh Mahfudz ini, sanad fiqih para ulama Nusantara bersambung hingga Imam As Syafi’i, lantas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. (lihat Kifayah Al Mustafid li Ma Ala Min Al Asanid, hal. 23)

Hal ini bukanlah perkara asing, karena Imam As Syafi’i juga mengambil fiqih dari Imam Malik dimana beliau melakukan mulazamah pada Imam Malik hingga wafatnya. Dan Al Muwaththa’ pun menjadi pokok dalam ijtihad Imam As Syafi’i meski di madzhab jadid Imam As Syafi’i meninggalkan sejumlah pendapat Imam Malik. (lihat, Anwar Al Masalik, hal. 11)

Sanad Ilmu Sholat Imam As-Asyafi’i

Di atas adalah sanad fiqih secara umum, secara khusus Imam As Syafi’i juga memiliki sanad dalam masalah shalat. Ibrahim bin Muhammad As Syafi’i menyatakan,”Aku tidak melihat seorang pun yang shalatnya sebaik As Syafi’i. Hal itu karena ia mengambilnya dari Muslim bin Khalid, dan Muslim mengambil dari Ibnu Juraij, dan Ibnu Juraij mengambil dari Atha’, dan Atha’ mengambil dari Ibnu Az Zubair, dan Ibnu Az Zubair mengambil dari Abu Bakr Ash Shiddiq, dan Abu Bakr As Shiddiq mengambil dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam”.  (Siyar A’lam An Nubala’, 10/90)

  • Takbiratul ihram boleh Allahu Akbar atau Allahu Al-Akbar.
  • Al-Fatihah wajib pada setiap rakaat. Wajib membaca basmalah karena bagian dari surah. Qunut sunnah setelah rukuk pada shalat Subuh. Sedekap adalah sunnah di bawah dada di atas pusar.
  • Saat rukuk disunnahkan membacaسُبْحَانَ رَبي العَظِيْمِ
  • Saat sujud yang wajib menyentuh/menempel hanyalah dahi, sedangkan dua telapak tangan, dua lutut, ibu jari kaki hanyalah sunnah.
  • Lafaz tahiyyat:التَحِيَاتُ المُبَارَكَاتُ الصَلَوَاتُ الطَيِبَاتُ لله, السَلامُ عَلَيْكَ اَيُهَا النَبِي وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه, السَلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِيْنَ, اَشْهَدُ اَنْ لا الَهَ اِلا الله, وَاَشْهَدُ اَن مُحَمَدًا رَسُوْلَ الله
  • Lafaz salam:السَلامُ عَليْكُمْ وَ رَحْمَة الله

 

TATA CARA SHOLAT : IMAM HANBALI (780-855 M)

Imam Ahmad bin Hanbal atau yang biasa disebut sebagai Imam Hanbali merupakan murid dari Imam Asy-Syafi’i yang berarti sanadnya bersambung dengan sanad keilmuan beliau.

 

Jika demikian, mengambil dien dari mereka tentu lebih utama daripada mengambilnya dari orang-orang yang jauh setelah mereka yang tidak mengambilnya dari mereka atau dari pemahaman yang terbentuk karena kesimpulan sendiri.

  • Takbiratul ihram wajib dengan Allahu Akbar.
  • Al-Fatihah wajib pada setiap rakaat. Basmalah bagian dari surah, tapi membacanya harus pelan. Qunut hanya ada pada shalat witir. Sedekap adalah sunnah di bawah pusar.
  • Saat rukuk diwajibkan membacaسُبْحَانَ رَبي العَظِيْمِ
  • Saat sujud yang wajib menyentuh/menempel adalah dahi, dua telapak tangan, dua lutut, ibu jari kaki ditambah hidung.
  • Lafaz tahiyyat:

      التحيات لله والصلوات والطيبات, السَلامُ عَلَيْكَ اَيُهَا النَبِي وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه, السَلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِيْنَ, اَشْهَدُ اَنْ لا الَهَ اِلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَه, وَاَشْهَدُ اَن مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اللهُم صَلِ عَلَى مُحَمَد

  • Lafaz salam:السَلامُ عَليْكُمْ وَ رَحْمَة الله

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT SECARA UMUM

Adapun hal-hal yang mampu membatalkan sholat kita secara umum berdasarkan madzhab yang paling banyak di daerah kita yakni :

  1. Sengaja berbicara pada saat sholat
  2. Terlalu banyak bergerak, menggerakkan anggota badan besar
  3. Punya hadats
  4. Terdapat najis, pada badan, baju, atau tempat
  5. Aurat terbuka atau terlihat
  6. Niat dalam sholat berubah, bisa karena riya’ atau hal lain
  7. Tidak menghadap kiblat
  8. Makan dengan sengaja, ataupun menelan makanan yang menempel pada sisa-sisa gigi
  9. Minum dengan sengaja
  10. Tertawa pada saat sholat dengan terbahak-bahak
  11. Murtad dari agama Islam

 

Dengan melihat keseluruhan sanad dari beberapa imam madzhab sebelumnya yang Insya Allah sampai pada Rosulullah sehingga dapat menjadi rujukan kita semua dalam beribadah. Karena tidak ada jalan lain lagi dalam mengetahui ajaran rosul selain dari ilmu yang disampaikan secara turun temurun.

Tidak bisa kita mempelajari Al-Qur’an dan Hadits secara langsung sesuai dengan yang diajarkan rosulullah apabila tidak ada orang yang sezaman dengannya. Oleh karenanya adanya sahabat, dan tabi’in sampai ke para ulama patut kita syukuri.

Tanpa mereka ilmu ini tidak akan sampai pada kita, maka tidak etis apabila kita belajar ilmu sendiri tanpa guru, dan merasa paling benar. Karena hakikatnya guru ini mengawasi dan membimbing muridnya agar tidak sesat di saat menuntut ilmu, tidak salah dalam memahami ilmu.

Tentunya tetap berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits yang dimana Allah turunkan pemahaman akan kedua hal ini hanya untuk orang-orang yang dikehendakinya.

 

Demikianlah sedikit informasi mengenai pengertian sholat, syarat sah sholat, rukun sholat menurut 4 madzhab serta hal-hal yang membatalkan sholat. Semoga memberikan tambahan ilmu bagi kita semua, adapun itu kurang dipahami, maka bertanyalah kepada guru ngaji anda.

Atau dengan komen pada kolom komentar agar bisa kami tanyakan pada guru yang berkompeten.

Jangan lupa untuk terus kunjungi situs ini agar hari-harimu lebih bermanfaat, lebih produktif , kreatif, inovatif.

Jangan lupa untuk terus belajar dan “coba lagi aja”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: