√UNSUR-UNSUR SENI RUPA UNTUK DESAINER PEMULA

√UNSUR-UNSUR SENI RUPA UNTUK DESAINER PEMULA

Unsur-unsur seni rupa – Zaman modern saat ini, tidak ada satupun benda yang luput dari sebuah desain. Desain adalah salah satu hal terpenting di dunia.

Tanpa adanya ilmu mengenai desain maka tidak akan ada satu bentuk bendapun yang menarik serta aman untuk digunakan.

Dalam desain itu sendiri terdapat ilmu mengenai bagaimana menangani masalah seseorang terhadap penggunaan suatu benda. Analisis resiko yang akan terjadi pada penggunaan suatu benda.

Desain juga memperhitungkan segala aspek sama seperti fisika dan kimia. Memperhatikan setiap unsur-unsur yang mempengaruhi suatu hal seperti atom, suhu dan lain-lain.

Ergonomi desain adalah salah satu cabang ilmu dalam desain yang membahas hal tersebut.

Dimana desain perlu memahami dan mengetahui kenyamanan serta keamanan dari sebuah karya. Serta kegunaannya ini akan memberikan masalah ketika digunakan secara massal atau tidak.

Maka perlunya ergonomi desain guna menganalisis suatu bentuk desain hingga mencapai tingkat risiko yang paling sedikit.

Hal ini akan terus berlanjut dan diupdate seiring timbulnya permasalahan baru pada penggunaan suatu benda.

Selain itu dalam hal Desain diperlukan ilmu seni rupa yang menjadi bagian terpenting dari praktek desain itu sendiri.

Setiap ilmu ini akan terus berkembang sepanjang zaman. Seni dalam desain sangat banyak, mulai dari penggunaan huruf atau yang biasa disebut tipografi.

Tipografi yang merupakan seni cetak atau penataan huruf serta penyebaran huruf pada suatu ruang tertentu untuk memberikan sebuah kesan dan rasa nyaman saat membaca.

Selain itu dalam desain sendiri ada seni pemilihan warna yang juga sangat berguna dalam memperindah suatu desain.

semua ini dapat terbentuk apa bila seluruh unsur-unsur seni rupa terpenuhi.

Unsur-unsur seni rupa lain yang terdapat dalam desain seperti titik, garis, bentuk, bidang, ruang, pencahayaan serta tekstur yang menjadi sebuah penopang dari desain itu sendiri.

Simak video informatif yang satu ini, salah satu video favorit saya dalam belajar mengenai unsur seni rupa dalam desain.

oleh karenanya seorang desainer pemula perlu mengetahui unsur-unsur seni rupa itu dengan baik.

APA ITU SENI RUPA?

aliran seni rupa impresionisme
lukisan vincent van gogh

Tidak kenal maka tidak sayang, begitulah kata pepatah. Semoga saja dengan anda mengenal apa itu seni rupa, Anda jadi lebih bisa mengapresiasi sebuah karya.

Bukan hanya kagum dengan estetikanya tetapi lebih kepada fungsi dan isi dari seni tersebut.

Seni rupa merupakan sebuah cabang dari kesenian yang fokus pada karya seni yang dapat dilihat dengan mata atau dirasakan dengan diraba.

Kesan dari suatu karya seni rupa itu hadir akibat adanya unsur-unsur seni rupa yang memberikan sebuah penekanan terhadap suatu ekspresi, perasaan, ataupun estetika.

Dengan pengolahan karya seni dengan menggabungkan dan mengkolaborasikan beberapa unsur-unsur seni rupa seperti titik, bentuk, bidang, garis, volume, tekstur, warna serta pencahayaan.

Adapun seni rupa terbagi menjadi 3 yakni

  • Seni Rupa Tradisional
  • Seni Rupa Modern
  • Seni Rupa Kontemporer

Dari ketiga jenis seni ini para seniman menghasilkan karya-karya luar biasanya, ide-ide yang mereka salurkan dengan bebas tanpa aturan ataupun dengan aturan yang mengikat ide mereka.

Seni Rupa Tradisional

 

Merupakan seni rupa yang berasal dari sebuah tradisi suatu kelompok, kebudayaan, artefak maupun perilaku yang diatur dalam suatu norma adat secara tertulis maupun lisan.

Seni rupa jenis ini terus diwariskan turun temurun kepada generasi-generasi penerus dari suatu suku, bangsa, kelompok atau kebudayaan.

Jenis seni rupa ini dibuat dan diciptakan kembali dengan aturan yang berdasarkan norma-norma yang berlaku di masyarakat dengan filosofi serta keyakinan yang terikat di dalamnya.

Seni ini menunjukkan ototritas suatu lembaga, penguasa agama, konglomerat dan juga raja yang menjadikan seni ini sebagai salah satu pendukung politik.

Bukan hanya dalam masalah politik, ramalan, dan lain-lainnya di bubuhkan dalam sebuah karya seni rupa oleh para seniman terdahulu. Tetapi, seiring berjalannya waktu fungsi ini berubah menjadi sebuah cindera mata ataupun benda hias.

Adapun ciri-ciri seni rupa tradisional yaitu:

  • Sifatnya yang distinktif atau berbeda berdasarkan budaya atau kelompok tertentu
  • Impulsif yang berarti karya seni rupa ini merupakan sebuah spontanitas
  • Fokus terhadap fungsi dari karya seni tersebut dibandingkan dengan estetika
  • Dalam penciptaannya kerya seni ini terikat dengan filosofi dari aktivitas suatu budaya ataupun acara pemerintahan yang bersifat resmi, seremonial
  • Memiliki aturan-aturan tersendiri dalam pembuatannya
  • Tidak dipengaruhi oleh seni murni ataupun aliran-aliran yang berbau akademik.

Seni Rupa Modern

Muncul pada akhir abad ke 19, karya seni rupa moden ini menggunakan metode baru yang tidak lagi fokus pada subjek tertentu.

Para seniman seni rupa modern menjadikan peristiwa, keadaan dunia yang mereka hadapi sebagai sebuah inspirasi atau objek dari lukisan-lukisan mereka.

Dengan jenis karya mereka yang cenderung menuju pada suatu hal yang abstrak. Dengan bermodal kreativitas mereka menciptakan karya-karya yang luar biasa.

Karya seni yang memberikan kesan sederhana.

Ciri-ciri dari jenis seni rupa modern diantaranya:

  • Memiliki bentuk geometris yang lebih dominan
  • Memprioritaskan fungsi dari karya seninya
  • Kreativitas sebagi poinnya
  • Tidak menghubungkan objek dengan sebuah sejarah
  • Bersifat minimalis, universal, rasional, dan orisinil
  • Konsep yang kuat
  • Tidak mengandung ornament
  • Tidak terikat aturan tertentu

Seni Rupa Kontemporer

Selanjutnya, seni rupa kontemporer yang berarti kekinian atau tidak ketinggalan zaman. Seni rupa kontemporer merupakan sebutan lain dari seni rupa zaman now.

Seni rupa jenis ini merupakan hasil dari pengaruh modernisasi yang muncul pada Perang Dunia II yang dahululnya dikenal dengan istilah Contemporary Art.

Seni rupa kontemporer telah berkembang juga di Indonesia dengan beragam medium seni dan tehnik-tehnik yang mendukung dalam setiap proses produksinya.

Hal ini menghasilkan karya seni yang beragam mulai dari patung, grafis serta banyak lainnya dengan aliran yang tidak terikat oleh aturan.

Ciri-ciri dari seni rupa ini sebagai berikut :

  • Perkembangannya mengikuti zaman
  • Tidak ada batasan dalam media penyaluran seninya, baik itu seni lukis, grafis, patung, kriya atau aliran yang anarki, mellancolist atau penggunaannya.
  • Gairah serta nafsu seni yang “moralistik”
  • Tidak ada pemisah antara disiplin ilmu yang satu dan yang lainnya.
  • Tidak jarang menjadi wacana dalam sebuah komoditas
  • Dilirik oleh media massa
  • Tidak terikat aturan serta pedoman seni rupa tradisional

Itulah sedikit pengenalan tentang seni rupa.

Baca Juga : Aliran Seni Rupa 

UNSUR-UNSUR SENI RUPA

Unsur-unsur seni rupa bagaikan sebuah nyawa dalam sebuah karya seni rupa. Tanpa adanya unsur-unsur tersebut tidak akan tercipta sebuah kesinambungan, kolaborasi yang akan menghasilkan sebuah karya seni.

Sangat penting bagi para desainer untuk mengetahui unsur-unsur seni rupa.

Oleh karenanya simak berikut ini :

1. Titik

unsur unsur seni rupa titik
via google.com

Betul adanya titik sebagai salah satu unsur dari seni rupa yang selalu ada di setiap karya seni yang ada di sekeliling kita.

Titik merupakan hal yang paling mendasar dalam ilmu seni rupa, yang tergolong dalam objek berdimensi satu.

Dari sebuah titik maka dapatlah kita membuat garis, bentuk maupun bidang apapun.

2. Garis

unsur unsur seni rupa garis
via google.com

Dari sebuah titik kita mengarah kepada sebuah garis yang merupakan gabungan dari beberapa titik sehingga membentuk garis.

Leksikon Grafika mengatakan bahwa “garis adalah benda dua dimensi tipis yang memanjang”.

Sedangkan menurut Lillian Gareth menafsirkan garis dengan sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis.

Garis dalam seni rupa merupakan goresan atau batas dari suatu bidang, benda, bentuk, warna, tekstur serta unsur dan seni lainnya.

Disini Garis dibagi menjadi 3 berdasarkan jenis, wujud, serta kesannya.

  • Jenis GarisBerdasarkan jenisnya garis dibagi lagi menjadi sangat banyak variasi, mulai dari
    • Garis lurus,
    • Garis Melengkung,
    • Garis Panjang
    • Garis Pendek
    • Garis Horizontal
    • Garis Vertikal
    • Garis Diagonal
    • Garis Berombak
    • Garis Putus-putus
    • Garis Patah-patah
    • Garis Tebal
    • Garis Tipis
    • Garis Spiral
    • dan banyak lagi yang lainnya.
  • Garis berdasarkan kesannya
    • Horizontal, memberikan kesan tenang, stabil dan tidak bergerak
    • Vertical, terkesan kokoh, kuat, tegak, stabil dan megah
    • Diagonal, mengartikan ketidak stabilan, bergerak dan dinamis
    • Lengkung S, bermakna anggun, grace
    • Zig-zag , memberikan kesan bergairah, semangat, dinamis serta gerak lincah
    • Bending up right, memberikan makna kesediha atau duka ,lesu
    • Garis tebal, Memiliki kesan tegas, penekanan,
    • garis berombak, lembut, dinamis,
    • Dan banyak lagi yang lainnya.
  • Garis berdasarkan wujudnya
    • Semu
      Seperti halnya garis yang terbentuk oleh sebuah gradasi warna, ada batas antar warna yang demikian merupakan garis semu.Hasil dari perbedaan warna dari dua objek yang menciptakan garis semu
    • Nyata
      Garis nyata adalah oleh sebuah coretan yang memanjang yang membentuk garis.

Masih banyak lagi keterangan mengenai garis yang bisa menjadi referensi anda, tapi untuk kali ini kita cukupkan disini.

3. Bidang

Bidang adalah gabungan dari beberapa garis yang membentuk sebuah objek yang memiliki dimensi panjang dan lebar.

Bidang adalah bagian tergolong dalam objek berdimensi dua.

Contohnya seperti bentuk kotak, jajar genjang, lingkaran, dan banyak lagi yang lainnya.

Dalam penggunaannya dalam dunia desain, bidang bisa masuk dalam kategori flat desain atau desain 2 dimensi.

Baca juga : 8+ Prinsip Seni Rupa dan Contoh Untuk Calon Anak DKV [Terlengkap]

4. Bentuk

Bentuk adalam sebuah wujud atau rupa yang terbentuk oleh suatu bidang bulat, jajar genjang, kotak, dan lain-lain.

Dalam desain, bentuk berperan penting dalam menjabarkan sebuah nilai emosional tertentu dalam bentuk geometris yang menjadi simbol. Serta, bentuk juga menjadi sebuah elemen yang akan memperindah suatu desain.

Menurut plato, rupa atau bentuk adalah bahasa dunia yang tidak dihalangi oleh perbedaan seperti yang terdapat pada setiap kata dalam bahasa.

Bentuk sangatlah berpengaruh dalam desain, terutama dalam fungsinya untuk menyampaikan pesan secara visual, Baik itu poster, banner, logo ataupun yang lainnya.

Kecocokan bentuk terhadap tema atau topik dari desain sangat mempengaruhi penyampaian pesan kepada para penikmatnya.

Apabila anda membuat logo, anda perlu memilih bentuk yang relevan dengan pesan yang ingin anda sampaikan pada khalayak ramai.

Setiap bentuk memiliki filosofi atau makna yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan teori frame of reference (kerangka referensi) dan field of reference (lapangan pengalaman)yang menyebutkan bahwa penerimaan sebuah pesan dari bentuk didasari oleh beberapa aspek seperti

  • Panca indra
  • Pikiran
  • Ingatan

Ada bentuk yang familiar di mata banyak orang, melekat dipikiran dan ingatannya memicu penyampaian pesan berdasarkan ingatan mengenai bentuk yang terlihat.

Oleh karenanya bentuk akan menjadi lebih bermakna apalagi jika bentuk itu sudah menjadi hal yang biasa di kalangan masyarakat.

5. Ruang

Unsur-unsur seni rupa yang ke 5, adalah ruang. Ruang mempunyai 2 sifat yakni semu dan nyata.

Dalam karya seni rupa berdimensi dua, ruang akan bersifat semu sedangkan dalam karya seni rupa berdimensi tiga, ruang bersifat nyata.

Kary seni rupa dua dimensi dalam penciptaannya, kesan yang ditimbulkan dapat diperdalam dengan melalui beberapa cara, diantaranya:

  • Menambahkan tekstur pada karya seni tersebut
  • Mengadakan gelap terang
  • Menampilkan gambar perspektif
  • Perubahan warna
  • Ukuran yang berganti-ganti
  • Memperlihatkan bidang yang melengkung, atau dibelokkan
  • Menambahkan bayangan yang akan menimbulkan kesan ruang

Sedangkan dalam karya seni tiga dimensi, sangat jelas menampakkan kesemua hal tersebut, yang membuat karya tersebut tampak nyata seperti asli.

6. Warna

Warna adalah nyawa ekspresi dari suatu karya seni rupa. Unsur yang menjadikan karya seni itu tampak lebih hidup dan penuh nilai.

Dalam penggunaannya warna dapat berfungsi dalam menggambarkan suasana dan ekspresi dari sebuah karya seni. Memberikan warna menjadi salah satu cara dalam menarik perhatian mata.

Dalam teori mengenai spektrum warna, warna itu sendiri dibagi menjadi 7 merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila yang tergabung dalam sebuah bagan gradasi warna. Sedang

 

Dalam  dunia desain juga sering digunakan teori 5 jenis warna, yakni :

  • Warna Primer, merah, kuning, biru adalah warna dasar yang hasilnya tidak akan didapatkan dari mencampurkan warna. Warna inilah menciptakan variasi warna lain.
  • Warna Sekunder, merupakan warna dari hasil campuran warna primer seperti merah dan kuning akan menghasilkan orange, biru dan kuning akan menghasilkan hijau, dan lainnya.
  • Warna Tersier, yakni warna yang dihasilkan melalui pencampuran warna sekunder
  • Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna, misalnya deretan dari warna ungu menuju warna merah, deretan warna hijau menuju warna kuning, dan lain-lain,
  • Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lain-lain.

 

7. Tekstur

Tekstur adalah sifat serta keadaan pada sebuah permukaan benda atau bidang pada sebuah karya.
Sebagai contohnya kertas dan kanvas yang memiliki tekstur yang berbeda, kertas dengan teksturnya yang halus serta kanvas yang agak kasar.
Tekstur itu sendiri dibagi menjadi 2 jenis yakni semu dan nyata.
Tekstur semu, seperti melihat sebuah permukaan yang tampak halus, tetapi kenyataannya ketika diraba terasa kasar atau ada gundukan.
Tekstur nyata, antara perabaan dan penglihatan menunjukkan kesamaan.

8. Gelap Terang

Salah satu unsur yang penting dalam menghidupkan suatu karya adalah gelap terang.
Hal ini bergantung pada intensitas cahaya yang digambarkan pada suatu objek, semakin kecil intensitas cahaya maka akan semakin gelap, begitu pula sebaliknya.
Unsur gelap terang dalam karya dua dimensi biasanya digambarkan dalam sebuah gradiensi warna, antara warna cerah dan berangsur-angsur gelap.
Itulah beberapa unsur-unsur penting dari sebuah seni rupa yang harus kalian desainer ketahui sebelum terjun ke dunia produksi dan debut kalian sebagai artist.
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN DAN APRESIASINYA 🙂
Jangan lupa untuk terus kunjungi situs ini agar hari-harimu semakin produktif, kreatif dan inovatif.
Dan ketika kamu gagal jangan lupa motto ini “Coba Lagi Aja” agar kamu berhasil.
“Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan , Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan” (Q.S Al Insyirah 5-6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: